Segmen tablet murah untuk pelajar tidak pernah seserius ini. Tahun 2026, pilihan di bawah Rp4 juta sudah menawarkan spesifikasi yang setahun lalu hanya bisa ditemukan di kelas menengah, dan ADVAN agaknya sadar betul soal itu.
Produsen lokal ini memperbarui lini tablet pelajarnya dengan empat model yang menyasar kebutuhan berbeda, mulai dari yang sekadar butuh layar lega untuk Zoom hingga yang ingin menggambar digital dengan stylus berteknologi pressure sensitivity. Rentang harganya Rp1,4 juta sampai Rp3,6 juta.
Di kelas paling terjangkau ada ADVAN Tab A10, yang mengandalkan layar IPS HD 10,1 inci beresolusi 1.280x800 piksel. Chipset-nya A523 Octa-core, dipadukan RAM 4GB dan storage 64GB yang masih bisa diperluas via microSD hingga 256GB. Baterai 5.000mAh. Untuk harga Rp1,4 jutaan, fungsionalitas dasarnya sudah cukup layak untuk kelas virtual dan baca materi PDF.
Selangkah di atasnya, ADVAN Tab VX Neo menawarkan chipset Unisoc Tiger T606 dengan RAM 4GB dan storage 128GB, plus dukungan 4G LTE dual SIM. Baterai 6.200mAh-nya lebih besar, ditambah kamera depan 5MP dan belakang 8MP. Banderolnya sekitar Rp2,1 jutaan. Buat pelajar yang sering belajar di luar rumah tanpa akses WiFi tetap, ini bisa jadi pilihan yang lebih masuk akal.
Yang menarik justru dua model di kelas atas lini ini. ADVAN Tab Sketsa 3, dijual sekitar Rp2,6 jutaan, hadir dengan chipset Unisoc Tiger T606 yang sama tapi RAM-nya dinaikkan ke 6GB. Keunggulan sebenarnya ada di paket penjualan: keyboard case dan stylus pen sudah disertakan, dengan stylus yang mendukung 4.096 level pressure sensitivity. Angka yang tidak main-main untuk kelas harganya. Bagi pelajar seni, desain, atau yang terbiasa mencatat tangan secara digital, fitur ini bernilai lebih dari sekadar angka di spesifikasi.
Puncak lini ini adalah ADVAN Tab Sketsa 5. Layarnya loncat jauh: 11,97 inci dengan resolusi 2K dan refresh rate 90Hz, jauh lebih tajam dibanding panel HD biasa. Di dapur pacu, tablet ini mengusung MediaTek Helio G99, chipset yang selama ini lebih sering dijumpai di ponsel mid-range harga Rp3-4 juta. RAM 8GB, storage 128GB yang bisa diperluas hingga 1TB, baterai 8.000mAh, bodi metal tipis, koneksi 4G LTE dual SIM. Proposisi nilai yang cukup agresif di harga Rp3,6 jutaan.
Helio G99 bukan chip entry level biasa. GPU Mali-G57 MC2 dengan clock CPU sampai 2,2GHz, cukup untuk multitasking ringan-sedang, mengedit dokumen, bahkan gaming kasual. Menempatkannya di tablet pelajar seharga Rp3,6 juta adalah langkah yang, jujur saja, cukup berani dari ADVAN.
Pertanyaan relevan buat calon pembeli: seberapa besar beda kebutuhan antara Sketsa 3 dan Sketsa 5? Kalau fokusnya di stylus dan catatan digital, Sketsa 3 di Rp2,6 juta sudah solid. Tapi kalau layar lebih besar, tenaga lebih kencang, dan baterai dua kali lipat jadi prioritas, selisih Rp1 juta ke Sketsa 5 agaknya worth it untuk dipertimbangkan.