Sepanjang hampir dua dekade meliput industri teknologi, jarang ada produk kelas mainstream yang benar-benar membuat kepala menoleh. Acer, lewat ajang Next@Acer di Berlin yang berlangsung bersamaan dengan IFA 2026 pada 4-8 September, agaknya sedang mencoba mengubah itu.
Andalan utama sesi peluncuran ini adalah Aspire G 3D 16 (AG3D16-81M), laptop 16 inci yang memasang layar 3D imersif tanpa meminta penggunanya mengenakan kacamata khusus. Bukan sulap, tapi rekayasa murni: dua kamera pelacak mata yang tertanam di bezel bekerja secara real-time untuk mengubah konten 2D biasa seperti foto, video, hingga game menjadi visual yang punya kedalaman.
Sistem ini didukung aplikasi SpatialLabs 3D Hub yang sudah terpasang secara bawaan. Untuk gaming, fitur kedalaman 3D diklaim mempertegas pemisahan antara latar depan, latar belakang, lingkungan, dan efek dalam satu scene. Setiap adegan terasa lebih dimensional. Klaim yang, kalau data ini bisa dipercaya, masih perlu dibuktikan di sesi hands-on.
Soal panel, Acer memasang layar IPS dengan resolusi WQXGA+ (3840 x 2400 piksel) pada mode standar, cakupan warna 100% DCI-P3, rasio aspek 16:10, dan refresh rate 120 Hz. Saat mode 3D diaktifkan, resolusinya turun ke 1920 x 2400 piksel. Konsekuensi teknis yang wajar dari cara kerja teknologi autostereoscopic semacam ini.
Dapurnya tidak main-main. Aspire G 3D 16 ditenagai prosesor AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan kapabilitas AI mencapai 126 TOPS, dipadukan GPU terintegrasi AMD Radeon 8060S, RAM LPDDR5x-8000 hingga 128 GB, dan SSD M.2 PCIe Gen 4 hingga 2 TB. Untuk kelas mainstream, spesifikasi ini tergolong agresif, bak pedang bermata dua: performa tinggi sekaligus tagihan listrik yang tidak ringan.
Kapasitas baterai 99,9 Wh disertakan bersama adaptor DC 230W. Konektivitasnya juga lengkap: Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, dua port USB 4.0 Type-C, HDMI 2.1, SD Card Reader 4.0, port LAN RJ-45, ditambah dua port USB 3.2 Type-A Gen1 dan satu USB 3.2 Type-A Gen2 yang absen dari draft awal. Keyboard backlit RGB dengan tombol WASD merah menjadi sentuhan gamer yang tidak terlalu mencolok. Sistem operasinya Windows 11 Home.
Selain Aspire G 3D 16, Acer memperbarui lini All-in-One lewat Aspire S 27 dan Aspire S 24. Desain minimalis putih, lebih cocok nangkring di ruang tamu ketimbang warnet. Keduanya kini mendukung layar sentuh opsional yang kompatibel dengan stylus pen, serta ditenagai prosesor Intel Core Seri 3 hingga Core 7 350. Aspire S 27 tersedia dalam pilihan panel QHD 120 Hz atau FHD 144 Hz, sementara Aspire S 24 hadir dengan FHD 144 Hz.
Pertanyaannya, kapan semua ini mendarat di Indonesia? Acer belum buka suara soal jadwal maupun harga ritel resmi di pasar lokal. Entah kebetulan atau tidak, pola ini familiar: peluncuran global dulu, kawasan Asia Tenggara menyusul beberapa bulan kemudian. Aspire G 3D 16 sudah cukup memberi sinyal ke mana arah kompetisi laptop mainstream akan bergerak, setidaknya itu sinyal yang terbaca dari Berlin.