KAMIS, 8 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  22,93 Juta Akun, Peringkat 14 Dunia , Kripto Indon...

Finansial

22,93 Juta Akun, Peringkat 14 Dunia , Kripto Indonesia Besar, Tapi Literasinya?

Data OJK mencatat transaksi kripto nasional Rp171,12 triliun sepanjang Januari-Juli 2026, sementara Indonesia masuk 15 besar adopsi kripto global. Pertumbuhannya impresif, tapi tantangan literasi dan manajemen risiko belum selesai.

Pertumbuhan Industri Kripto Seiring dengan Peningkatan Literasi

Dua angka ini layak dibaca berdampingan: 22,93 juta akun dan Rp171,12 triliun. Itulah potret industri aset kripto Indonesia per Juli 2026 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, dan keduanya bukan sekadar statistik yang enak dikutip di siaran pers. Di balik angka itu ada jutaan orang yang sudah memutuskan untuk masuk, entah karena paham betul apa yang mereka lakukan, atau justru sebaliknya.

Di panggung global, posisi Indonesia tidak bisa dianggap enteng. Berdasarkan 2026 Global Crypto Adoption Index yang dirilis Chainalysis, Indonesia menempati peringkat ke-14 dari 117 negara. Lebih rinci: negeri ini berada di posisi ke-10 untuk cross-border flows, ke-11 untuk total flows, ke-12 untuk balances, dan ke-13 untuk aktivitas domestic peer-to-peer. Konsisten di papan atas, hampir di semua metrik.

Namun gambaran bulanan jauh lebih bergejolak. Nilai transaksi kripto spot Juli 2026 tercatat Rp20,52 triliun, amblas 28,20 persen dari Rp28,58 triliun di bulan sebelumnya. Transaksi derivatif pun ikut tergerus, dari Rp4,19 triliun di Juni menjadi Rp3,41 triliun di Juli, minus 18,53 persen. Jadi pertumbuhan tahunan yang memukau itu menyimpan volatilitas bulanan yang tidak kecil.

Soal derivatif, angka global memberi perspektif yang cukup mengejutkan. Data Cboe menunjukkan volume nosional derivatif kripto dunia menyentuh sekitar 111,5 triliun dolar AS pada 2025, jauh melampaui 25,3 triliun dolar AS untuk perdagangan spot. Rasionya sekitar 4,4 kali lipat. Indonesia, dengan porsi derivatif yang masih mungil dibanding total transaksinya, agaknya baru di awal perjalanan pendalaman pasar ini. Bittime sendiri baru meluncurkan Bittime Futures pada Juli 2026 setelah memperoleh persetujuan dari PT Central Finansial X (CFX), melengkapi layanan spot dan staking yang sudah lebih dulu ada.

"Posisi Indonesia di 15 besar adopsi kripto global menunjukkan bahwa ekosistem aset digital domestik memiliki basis aktivitas yang kuat. Di sisi lain, masih terdapat ruang untuk memperdalam pasar, termasuk melalui pengembangan produk seperti Futures, edukasi, dan pemahaman risiko agar pertumbuhan ekosistem dapat berlangsung secara berkelanjutan," ujar Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn. Soal pemahaman risiko itu, kalau data ini bisa dipercaya, bukan basa-basi.

Pemain lama tak tinggal diam. Indodax, yang kini mengklaim lebih dari 10 juta anggota, merespons tren ini lewat Indodax Academy: kelas intensif, konten digital, kolaborasi dengan berbagai institusi. Upaya itu berbuah penghargaan Disway Awards 2026 kategori Crypto Exchange, hasil survei terhadap 20.000 responden di 20 kota besar dengan metode multistage area random sampling. Indodax disebut meraih tingkat keterpilihan publik di atas 70 persen.

"Pertumbuhan industri kripto perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan kualitas layanan," kata Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian. Frasa itu terdengar di hampir semua sudut industri kripto Indonesia sekarang, dari exchange kakap hingga platform yang baru seumur jagung.

Dan memang begitulah tantangannya. Pasar yang tumbuh cepat selalu menarik pemain baru yang belum tentu paham seluk-beluk liquidation price, margin call, atau funding rate. Full-time trader Alexander Brian mengingatkan bahwa sebelum masuk ke instrumen futures, pengguna perlu menguasai stop-loss, position sizing, hingga leverage. Bukan hal yang bisa dipelajari sambil nyangkut.

Satu data lagi dari ekosistem global yang patut dicermati: ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih 1,2 miliar dolar AS sepanjang 2026, meski sekitar 48 persen hari perdagangannya justru membukukan arus keluar. Fluktuatif, dihajar gerakan investor besar. Cermin yang cukup jujur tentang karakter kelas aset ini, di mana pun ia diperdagangkan.

Basis pengguna 22 juta lebih itu peluang raksasa. Berapa persen dari mereka yang benar-benar mengerti apa yang sedang mereka pegang?