Mulai 6 Juni 2026, Xiaomi Indonesia resmi membuka penjualan perdana seri 17T, langsung tancap gas dengan penawaran yang agresif. Bukan peluncuran smartphone biasa karena Xiaomi sekaligus membawa masuk Xiaomi Watch S5, Xiaomi Buds 6, dan Xiaomi Smart Band 10 Pro dalam satu gerakan ekosistem yang terkoordinasi.
Xiaomi 17T hadir sebagai varian standar yang lebih kompak. Sementara 17T Pro naik kelas sebagai "Telephoto Master" dengan spesifikasi yang, di atas kertas, cukup bikin terkejut untuk segmen harganya. Perbedaan keduanya bukan sekadar soal angka di brosur.
Dari sisi dapur pacu, jarak antara dua varian ini terbilang lebar. Xiaomi 17T mengandalkan MediaTek Dimensity 8500-Ultra dengan kecepatan hingga 3,4GHz dan proses fabrikasi 4nm, cocok untuk segmen menengah-premium. Xiaomi 17T Pro melompat jauh ke Dimensity 9500 berbasis 3nm dengan clock speed 4,21GHz, arsitektur ARM C1 generasi terbaru, GPU Mali G1-Ultra, dan NPU 990. Skor AnTuTu-nya diklaim melampaui 3,57 juta. Chip Dimensity 8500-Ultra biasanya parkir di kisaran 2,2 jutaan. Selisih yang, kalau jujur, tidak main-main.
Layar keduanya sama-sama AMOLED dengan proteksi Gorilla Glass 7i, tapi sekali lagi Pro unggul. Xiaomi 17T tampil dengan panel 6,59 inci beresolusi 2756x1268 dan refresh rate 120Hz. Xiaomi 17T Pro membentang ke 6,83 inci, resolusi 2772x1280, refresh rate 144Hz, plus dukungan Dolby Vision dan HDR10+. Untuk gaming atau konsumsi video, perbedaan ini terasa.
Kamera jadi arena utama. Keduanya mengusung sistem lensa kolaborasi Leica dengan konfigurasi tiga kamera belakang yang dipimpin sensor 50MP. Tapi kamera utama 17T Pro memakai Light Fusion 950 berukuran 1/1,31 inci, lebih besar dari Light Fusion 800 milik versi standar yang hanya 1/1,55 inci. Rentang dinamis Light Fusion 950 mencapai 13,5EV versus 13,2EV, dan ukuran superpiksel-nya 2,4 mikrometer berbanding 2,0 mikrometer. Coating lensanya pun lebih lengkap, menambahkan lapisan anti-haze dan anti-flare yang absen di versi standar. Soal video, 17T Pro mendukung perekaman 8K 30fps dan 4K 120fps. Versi standar mentok di 4K 60fps.
Baterai 17T Pro berkapasitas 7.000mAh, lebih besar dari 6.500mAh milik versi standar. Agak ironis memang: yang berkapasitas lebih besar justru bisa diisi lebih cepat. HyperCharge 100W pada 17T Pro tuntas dalam 48 menit, plus ada wireless charging 50W. Xiaomi 17T hanya punya HyperCharge 67W yang butuh 58 menit, tanpa opsi nirkabel sama sekali. Ketahanan baterai 17T Pro diklaim 20,3 jam pemakaian terus-menerus, versus 17,2 jam untuk varian standar.
Detail yang sering luput: rangka Xiaomi 17T Pro pakai aluminium, versi standar masih plastik. Selisih ini terefleksi di bobot, 219 gram untuk Pro dan 200 gram untuk standar. Konektivitas 17T Pro juga selangkah lebih maju dengan Wi-Fi 7, sementara 17T baru sampai Wi-Fi 6E. Keduanya sudah bersertifikasi IP68 dan mendukung jaringan 5G serta Bluetooth 6.0.
Bandingkan dengan iPhone 17 yang bermain di kelas harga berbeda, Xiaomi 17T Pro menawarkan paket hardware yang lebih agresif: layar lebih besar dengan refresh rate lebih tinggi, baterai 7.000mAh versus 3.692mAh, pengisian 100W versus MagSafe 25W. Tiga kamera belakang dengan sentuhan Leica dan kemampuan 8K berbanding sistem ganda Apple. iPhone 17 tetap pilihan segmen yang mengutamakan konsistensi pemrosesan gambar dan ekosistem tertutup yang rapi. Pertanyaannya, apakah selisih Rp5 jutaan lebih justifikasi yang cukup bagi konsumen untuk memilih Apple?
Soal ekosistem, Marketing Director Xiaomi Indonesia Andi Renreng menegaskan bahwa strategi perusahaan bukan hanya menjual smartphone. "Dengan gaya hidup digital yang terus berkembang, peran perangkat mobile semakin penting dalam menunjang keseharian, mulai dari smartphone yang menjadi pusat segala aktivitas, smartwatch dan smartband yang semakin esensial untuk olahraga, hingga TWS yang semakin berguna untuk menjaga kelancaran hari. Karena itu, Xiaomi Indonesia konsisten memperbarui portofolio kami di berbagai kategori perangkat mobile agar konsumen dapat terus menemukan gadget yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka yang terus bertambah," ujar Andi.
Xiaomi Watch S5 hadir dengan layar AMOLED 1,48 inci, lebih dari 150 mode olahraga, dan daya tahan baterai hingga 21 hari. Xiaomi Buds 6 menggendeng teknologi Snapdragon Sound dengan tuning Harman Golden Ears dan ANC yang diklaim meredam kebisingan hingga 95dB. Melengkapi lineup, Xiaomi Smart Band 10 Pro datang dengan layar AMOLED 1,74 inci dan daya tahan serupa: 21 hari.
Harga resmi Xiaomi 17T series di Indonesia mulai Rp8,6 jutaan untuk varian standar. Xiaomi 17T Pro dibanderol sekitar Rp11,9 juta untuk konfigurasi 12GB/256GB. Keduanya tersedia dalam pilihan penyimpanan 256GB dan 512GB. Promo peluncuran disebar di Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop hingga pertengahan Juni, dengan potongan harga yang agaknya cukup untuk menarik gelombang pembeli early adopter.