SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  XChat Meluncur 17 April: Elon Musk Buka Perang Lan...

Bisnis

XChat Meluncur 17 April: Elon Musk Buka Perang Langsung dengan WhatsApp

X resmi merilis aplikasi pesan terpisah bernama XChat yang sudah bisa di-pre-order di App Store, dengan enkripsi end-to-end dan janji bebas iklan.

Tepat setelah Elon Musk menyindir WhatsApp soal enkripsi, X meluncurkan sesuatu yang lebih dari sekadar sindiran.

XChat, aplikasi berkirim pesan besutan X (nama baru Twitter), sudah tersedia untuk pre-order di App Store dan dijadwalkan meluncur resmi pada 17 April 2026. Bukan pembaruan fitur direct messages biasa. XChat hadir sebagai aplikasi mandiri yang langsung membidik segmen yang selama ini dikuasai WhatsApp.

Daftar fiturnya tidak main-main: enkripsi end-to-end, panggilan suara dan video, pengiriman dokumen, grup hingga 481 anggota, pesan yang bisa diedit dan dihapus untuk semua pihak, blokir screenshot, hingga disappearing messages yang otomatis lenyap dalam lima menit. X juga berjanji tidak ada iklan, tidak ada pelacakan pengguna.

Klaim yang masih perlu dibuktikan. Tapi cukup untuk bikin orang berhenti dan memperhatikan.

Gagasan ini sebetulnya bukan baru. Pertengahan 2025, Musk sudah bicara soal rencana merombak total fitur DM di X dengan arsitektur baru berbasis enkripsi. Setahun berselang, hasilnya bukan sekadar revamped DM, melainkan aplikasi yang berdiri sendiri.

Momentumnya agaknya disengaja, kalau bukan memang diset demikian. Peluncuran XChat diumumkan nyaris bersamaan dengan serangan verbal Musk ke WhatsApp, yang ia tuduh berbohong soal perlindungan privasi penggunanya. WhatsApp tidak tinggal diam: klaim itu sepenuhnya salah dan tidak masuk akal, begitu bantahan mereka. Perang narasi soal privasi, bak gayung bersambut, bisa jadi senjata pemasaran yang jauh lebih tajam dari kampanye iklan manapun.

Untuk saat ini, XChat hanya tersedia di iPhone dan iPad. Versi Android belum diumumkan. Satu catatan yang patut dicermati: aplikasi ini hanya bisa diakses oleh pengguna yang sudah punya akun X, jadi basis pengguna awalnya langsung tersaring ke ekosistem yang sudah ada.

Pertanyaannya sederhana. Cukupkah itu untuk menggoyahkan aplikasi dengan lebih dari dua miliar pengguna aktif?