SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Wuling Air EV: Jarak Tempuh 300 Km, Pajak Rp143 Ri...

Bisnis

Wuling Air EV: Jarak Tempuh 300 Km, Pajak Rp143 Ribu Setahun

Di balik harga beli yang terjangkau, Wuling Air EV menawarkan kombinasi yang sulit ditolak: jarak tempuh hingga 300 km dan pajak tahunan yang nyaris tidak terasa di kantong.

Estimasi Pajak Tahunan Wuling Aira EV, Segini Perkiraannya

Mobil listrik murah yang pajaknya lebih murah dari sekali makan siang di mal. Itulah, kurang lebih, proposisi nilai yang ditawarkan PT SGMW Motor Indonesia lewat Wuling Air ev, eh, tunggu, kita mulai dari yang paling bikin dahi berkerut dulu.

Rp143.000 per tahun. Bukan salah ketik.

Angka itu bukan diskon musiman, bukan promo launching. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 6 Tahun 2023, Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan listrik berbasis baterai ditetapkan 0 persen dari dasar pengenaan pajak. Artinya pemilik Air ev secara teknis cuma membayar komponen SWDKLLJ, Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, plus biaya administrasi jika ada. Sisanya? Nol.

Sebagai pembanding: city car atau LCGC konvensional di kelas yang sama biasanya menanggung pajak tahunan antara Rp2 juta hingga Rp3,5 juta, tergantung nilai jual dan domisili. Selisih dua sampai tiga juta per tahun itu, kalau dihitung dalam sepuluh tahun kepemilikan, sudah setara uang muka motor baru. Cukup untuk bikin pasar menoleh dua kali.

Lalu soal jangkauan. Wuling Air ev tersedia dalam dua pilihan kapasitas baterai: varian dengan jarak tempuh hingga 200 km dan varian yang menembus 300 km dalam sekali isi penuh, keduanya berdasarkan standar pengujian CLTC. Angka 300 km berlaku di kondisi ideal. Dalam praktiknya, jarak aktual bisa lebih rendah tergantung gaya berkendara, intensitas AC, jumlah penumpang, dan kondisi jalan.

Tapi 300 km itu cukup untuk membuat perencanaan perjalanan jadi masuk akal. Dari Jakarta, Bogor hanya butuh sekitar 60 km. Puncak di kisaran 80-90 km. Anyer sekitar 130-150 km. Bandung sekitar 150 km. Bahkan Cirebon, yang berjarak sekitar 220-230 km, agaknya masih dalam jangkauan varian 300 km dengan perencanaan pengisian yang tepat.

Selisih pajak inilah yang membuat konsep total cost of ownership Air ev terlihat menarik, khususnya untuk penggunaan harian perkotaan. Belum lagi biaya energi: mengisi baterai dari listrik rumah tangga jauh lebih murah ketimbang mengisi tangki bensin tiap minggu.

Satu catatan penting: besaran pajak bisa berbeda tergantung kebijakan pemerintah daerah masing-masing. Untuk angka yang lebih presisi, pemilik kendaraan bisa cek langsung melalui aplikasi e-Samsat di wilayah domisili. Dan kalau sudah masuk siklus perpanjangan STNK lima tahunan, ada tambahan biaya administrasi untuk penerbitan STNK baru dan pelat nomor sesuai ketentuan Polri.

Insentif 0 persen ini bukan gimmick semata. Pemerintah memang sedang serius mendorong adopsi kendaraan listrik berbasis baterai, dan regulasi fiskal terbukti jadi instrumen paling efektif mengubah perilaku konsumen. Wuling, entah kebetulan atau tidak, hadir di momen yang tepat dengan produk berharga kompetitif dan biaya kepemilikan yang bisa dibilang paling bersahabat di kelasnya.