JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Wisman April 2026 Tembus 1,25 Juta, Malaysia Nyari...

Bisnis

Wisman April 2026 Tembus 1,25 Juta, Malaysia Nyaris Tak Tergoyahkan

BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2026 naik 7,22 persen secara tahunan, dengan Malaysia memimpin dari posisi teratas. Di Riau, tren serupa terjadi meski ada koreksi bulanan pasca-Lebaran.

Top 10 Negara Asal Turis Asing ke Indonesia pada April 2026, Malaysia Nomor 1

Sektor pariwisata Indonesia membuka kuartal kedua 2026 dengan angka yang cukup solid. Kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang April 2026 mencapai 1.248.651 kunjungan, tumbuh 14,75 persen dibanding Maret 2026 dan naik 7,22 persen dibanding April tahun lalu. Secara kumulatif Januari-April 2026, angkanya sudah menyentuh 4,68 juta kunjungan, tumbuh 8,24 persen year-on-year.

Malaysia, seperti biasa, berada di puncak. Wisatawan pemegang paspor Malaysia mencapai 207.957 kunjungan, berkontribusi 16,65 persen dari total kunjungan bulan itu. Naik 22,31 persen dibanding April 2025, naik 11,49 persen dari bulan sebelumnya. Kedekatan geografis plus konektivitas udara yang padat memang membuat Malaysia susah digeser dari posisi ini.

Australia mengunci posisi kedua dengan 157.960 kunjungan, terkerek 20,84 persen secara bulanan. Bali masih jadi magnet utama bagi wisatawan Negeri Kangguru itu. China justru mencatatkan lompatan paling agresif di antara tiga besar: 133.986 kunjungan, meledak 39,65 persen dibanding Maret 2026 dan tumbuh 25,75 persen secara tahunan. Kebangkitan turis Tiongkok ini, kalau data ini bisa dipercaya, bukan sekadar pemulihan pasca-pandemi yang tertunda.

Singapura stabil di urutan keempat, 111.439 kunjungan. Di bawahnya ada Timor-Leste dengan 75.477 kunjungan, sebagian besar didorong mobilitas warga perbatasan. India di peringkat enam dengan 62.757 kunjungan, disusul Amerika Serikat, Korea Selatan, Inggris, dan Jepang yang melengkapi sepuluh besar.

Satu catatan yang agaknya luput dari sorotan: kelompok wisatawan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika justru masih mengalami penurunan kunjungan secara tahunan. Asia dan Oseania yang mendorong pertumbuhan. Kontribusi Barat belum pulih.

Potret serupa, dengan nuansa berbeda, juga terjadi di Provinsi Riau. BPS setempat mencatat 25.462 kunjungan wisman pada April 2026, turun 7,43 persen dari Maret 2026 tapi masih melonjak 43,67 persen dibanding April 2025. Koreksi bulanan ini bukan anomali. Kepala BPS Riau Asep Riyadi menjelaskan bahwa pola ini jamak terjadi setelah lonjakan di Maret yang ditopang libur panjang Idul Fitri, "sementara secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat."

Dari 25.462 kunjungan itu, sebanyak 4.707 tercatat masuk lewat pintu imigrasi resmi. Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyumbang 2.868 kunjungan, sekitar 61 persen dari jalur imigrasi. Selebihnya, 20.755 kunjungan terdeteksi melalui Mobile Positioning Data di Kabupaten Bengkalis, jalur lintas darat dan laut yang kerap luput dari perhatian.

Di Riau, Malaysia juga mendominasi. 11.965 kunjungan, hampir 47 persen dari total. Tiongkok di posisi dua dengan 2.331 kunjungan, disusul Filipina, Singapura, dan India. Yang tergerus paling dalam secara bulanan: turis Prancis minus 27,5 persen, Amerika Serikat minus 21,88 persen. Cukup dalam.

Sisi perhotelan ikut memperlihatkan sinyal positif. Tingkat Penghunian Kamar hotel berbintang di Riau naik 5,24 poin ke level 45,49 persen pada April 2026. Hotel bintang 4 memimpin dengan TPK 53,97 persen, dan rata-rata lama menginap memanjang tipis menjadi 1,28 malam.

Puncak kunjungan ke Riau sepanjang satu tahun terakhir terjadi pada Desember 2025 dengan 32.581 kunjungan. Angka April 2026 masih jauh dari puncak itu. Tapi tren tahunan yang positif setidaknya memberi sinyal bahwa lintasan pertumbuhannya belum patah, bisa jadi justru sedang menumpuk tenaga.