Ditonton 8,7 juta kali dalam hitungan jam. Skala kepanikan yang dipicu sebuah video amatir berdurasi singkat, eh, bukan, tidak ada em dash di sini, yang diunggah akun @js35 pada Sabtu (30/5) itu bukan main. Rekaman pendek itu memperlihatkan komponen di area baling-baling sebuah pesawat ATR 72-600 terikat cable tie saat berada di Bandara Bali.
Pesawat dalam rekaman itu milik Wings Air. Ribuan komentar membanjiri unggahan tersebut, mayoritas bernada cemas. Wajar, sebetulnya. Bagi kebanyakan orang, cable tie adalah benda yang lazim ditemukan di laci dapur atau kotak perkakas, bukan menempel di bodi pesawat terbang komersial.
Wings Air tidak membiarkan narasi liar itu terlalu lama berputar. Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic maskapai, menegaskan bahwa apa yang terlihat dalam video bukan tanda kerusakan. "Pengikat yang tampak pada bilah baling-baling digunakan untuk mengamankan sementara salah satu lapisan pelindung (deicer) yang mengalami sedikit perubahan posisi," kata Danang.
Deicer, jelas Danang, berfungsi melindungi baling-baling dalam kondisi operasional tertentu. Bukan bagian dari struktur utama penghasil daya dorong. Posisinya bergeser sedikit, dan cable tie dipasang sebagai penanganan teknis sementara sambil menunggu pemeliharaan lebih lanjut. Bukan improvisasi mekanik pinggir jalan.
Prosedur itu, kalau data ini bisa dipercaya, tercantum dalam Aircraft Maintenance Manual yang ditetapkan pabrikan pesawat. Pemasangan hanya boleh dikerjakan teknisi berlisensi. Setelahnya, ada serangkaian pemeriksaan lanjutan yang wajib dilalui untuk memastikan pengikat tidak mengganggu pergerakan mekanis maupun kinerja keseluruhan sistem. Rantai verifikasi yang cukup panjang untuk sesuatu yang secara visual terlihat sepele.
Masalahnya, penjelasan teknis jarang langsung memenangkan opini publik. Kepercayaan terhadap keselamatan penerbangan mudah terkikis, lambat dibangun kembali. Satu video, 8,7 juta penonton.
Soal nasib pesawat yang terekam, Danang menyebut armada tersebut kini menjalani pemeriksaan dan pemeliharaan lanjutan sebagai bagian dari verifikasi teknis menyeluruh. "Pesawat tidak akan dioperasikan apabila tidak memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, dan kelaikudaraan. Setiap keputusan untuk menerbangkan pesawat didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis yang menyeluruh oleh personel yang berwenang sesuai prosedur yang berlaku," tambahnya.
Pertanyaannya, berapa lama waktu yang dibutuhkan Wings Air untuk mengubah 8,7 juta penonton yang was-was itu kembali menjadi penumpang yang naik tanpa pikir panjang?