Windrose baru tiga minggu di Steam, sudah terjual 1,5 juta kopi, dan sempat bikin pemilik SSD keringat dingin.
Game survival adventure bertema bajak laut besutan Kraken Express ini memang sedang di atas angin sejak Early Access-nya dibuka April lalu. Pemain membangun markas, berlayar, merampok kapal lain, semua hal yang mestinya jadi daya tarik utama. Tapi laporan yang muncul belakangan jauh lebih mengkhawatirkan dari sekadar bug biasa: game ini disinyalir bisa memperpendek umur SSD secara drastis.
Bukan angka kecil.
Saat karakter pemain berlari mengelilingi markas, Windrose kedapatan membaca dan menulis data dengan lonjakan mencapai 30MB per detik. Beban ini makin parah ketika pemain mengemudikan kapal. Kalau diakumulasikan dalam sesi bermain normal, total data yang ditulis bisa mencapai sekitar 108GB per jam. Satu jam. Angka yang membuat banyak PC master race mengernyitkan dahi.
Bagi pengguna HDD, mungkin tidak terlalu terasa. Tapi SSD bekerja dengan mekanisme yang berbeda. Kepingan memori NAND Flash di dalamnya punya batas usia siklus penulisan, dan SSD tipe QLC yang kini mendominasi pasar konsumen sangat rentan terhadap beban I/O yang dipaksakan terus-menerus. Bisa jadi SSD yang seharusnya bertahan bertahun-tahun usianya terpangkas hanya karena dipakai main bajak laut.
YouTuber Pixel Operative bersama ahli penyimpanan NewMaxx/BoreCraft kemudian membedah masalah ini lebih dalam. Akar persoalannya ada pada RocksDB, sistem database yang dipilih Kraken Express untuk menyimpan progres pemain. Konfigurasinya bermasalah: kapasitas cache database diatur terlalu kecil, sehingga memori cache langsung penuh seketika. Sistem pun terpaksa terus-menerus membuang (flush) dan menulis puluhan ribu data perubahan status langsung ke disk fisik, tanpa jeda. Sebelum patch, RocksDB menghasilkan sekitar 90.000 hingga 130.000 penulisan per detik.
Kraken Express, untungnya, merespons cepat.
Pada 30 April 2026, studio itu merilis patch untuk mengatasi penggunaan SSD dan CPU yang berlebihan. Hasilnya dramatis: angka penulisan per detik amblas dari ratusan ribu menjadi rata-rata hanya 20 hingga 30 saat pemain berlayar. Penurunan lebih dari 99 persen, kalau data ini bisa dipercaya. Bagi yang sudah terlanjur menginstal game ini sebelum patch, update ke versi terbaru bukan lagi sekadar saran, melainkan wajib.
Di luar drama teknis itu, Windrose tetap menunjukkan tanda-tanda sebagai salah satu Early Access hit terkuat tahun ini. Dari satu juta kopi dalam minggu-minggu pertama, kini angkanya sudah menyentuh 1,5 juta. Kraken Express bahkan merilis trailer khusus sebagai ungkapan terima kasih kepada komunitas.
Roadmap pun sudah dibagikan. Update minor berikutnya membawa lebih dari 40 building pieces baru ditambah 50-an perbaikan quality-of-life. Untuk konten besar, developer menjanjikan ekspansi biome baru bernama Ashlands, meski pemain harus bersabar: Kraken Express memperkirakan konten itu baru siap setidaknya enam bulan lagi.
Enam bulan bukan waktu singkat, apalagi untuk game yang sedang di puncak perhatian. Pertanyaannya, berapa lama basis pemain aktif bisa bertahan menunggu? Agaknya Windrose punya cukup angin untuk tetap berlayar sampai Ashlands akhirnya merapat ke dermaga. Yang penting, kali ini semoga tidak sambil menyiksa SSD siapa pun.