KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Vivo X Fold 6 Tinggalkan Snapdragon, Debut Dimensi...

Tekno

Vivo X Fold 6 Tinggalkan Snapdragon, Debut Dimensity 9500 Super Edition

Vivo resmi memastikan X Fold 6 bakal meluncur 26 Juni di China dengan chipset MediaTek Dimensity 9500 Super Edition, menandai pergeseran besar dari Qualcomm yang sudah menjadi andalan lini lipat Vivo selama bertahun-tahun.

Vivo Ungkap Spesifikasi HP Lipat X Fold 6, Tinggalkan Chip Snapdragon

Sepanjang empat generasi, lini X Fold Vivo setia pada Qualcomm. X Fold pertama pakai Snapdragon 8 Gen 1, diteruskan Gen 2, lalu Gen 3 di X Fold 5. Kini Vivo pilih jalan berbeda.

Vivo X Fold 6 dipastikan meluncur 26 Juni 2026 di China, ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9500 Super Edition. Silicon ini diklaim lahir dari kolaborasi eksklusif antara Vivo dan MediaTek selama hampir dua tahun, eh, koreksi: bukan em dash, baca saja: kolaborasi yang prosesnya makan waktu hampir dua tahun. Perangkat ini sekaligus menjadi ponsel pertama di dunia yang memakai varian tersebut. Pre-order di sejumlah marketplace domestik China sudah dibuka.

Apa yang membedakan "Super Edition" dari Dimensity 9500 reguler? Menurut Han Boxiao, Product Manager Vivo, peningkatan paling kentara ada di NPU. Performa pemrosesan AI diklaim melonjak 111 persen dibanding versi standar, sementara konsumsi dayanya dipangkas 56 persen. Kalau angka-angka itu terbukti di pengujian independen, narasi soal efisiensi chip kelas flagship bakal perlu ditulis ulang.

Chipset ini dioptimalkan untuk kebutuhan spesifik perangkat lipat: multitasking berat, pemrosesan multi-thread, menjalankan banyak aplikasi serentak di layar lebar. Vivo turut memperkenalkan kemampuan AI suara baru di atas chip ini. Transkripsi luring diklaim tujuh kali lebih cepat, akurasi pengenalan suara naik 7 persen, kecepatan ringkasan AI meningkat 57 persen. Fitur terakhir agaknya ditujukan bagi pengguna yang mengandalkan ponsel untuk dokumentasi rapat, setidaknya itu klaim manajemen.

Dari sisi kamera, tidak main-main. Sensor utama 200 MP hadir dengan Samsung HPB berukuran 1/1,4 inci, bukaan f/1.68. Kamera telefoto periskop Zeiss APO 50 MP memakai sensor Sony LYT-602, didampingi kamera ultrawide 50 MP. Keduanya sudah lolos standar stabilisasi CIPA 4.5, mampu mengompensasi guncangan hingga 4,5 stop. Setup ini bisa dibilang salah satu yang paling ambisius untuk kelas foldable saat ini. Perangkat ini juga kompatibel dengan aksesori Zeiss 200 mm Teleconverter G2 dan telekonverter 2.35x yang sebelumnya diperkenalkan bersama X200 Ultra.

6.900 mAh. Angka yang tidak main-main untuk sebuah ponsel lipat. Baterai itu lebih besar 900 mAh dari X Fold 5, dikombinasikan dengan klaim efisiensi daya chip baru. Spesifikasi lain yang sudah terkonfirmasi: layar utama 8,02 inci dengan panel Samsung M14, layar luar 6,51 inci, dan antarmuka OriginOS 6 Fold yang dirancang khusus untuk form factor foldable. Daya tahan sehari-hari berpotensi jadi keunggulan nyata perangkat ini, bisa jadi bahkan lebih dari sekadar klaim.

Vivo juga merilis video unboxing resmi yang memperlihatkan desain dan opsi warna baru bernama Blue Hole. Harga belum diumumkan. Detail spesifikasi lengkap baru terbuka saat peluncuran resmi 26 Juni nanti.

Apakah perpindahan dari Snapdragon ke MediaTek bakal diterima pasar? Di segmen premium, loyalitas terhadap Qualcomm cukup kuat, ibarat pedang bermata dua buat Vivo: menang di kertas belum tentu menang di persepsi. Tapi kalau efisiensi AI dan daya tahan baterai yang diklaim itu terbukti di lapangan, X Fold 6 bisa jadi argumen kuat bahwa pilihan chip bukan lagi satu-satunya penentu di kelas flagship lipat.