MINGGU, 18 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Toyota Raize, Ongkos Nyatanya Bisa Tembus Rp 32 Ju...

Bisnis

Toyota Raize, Ongkos Nyatanya Bisa Tembus Rp 32 Juta Setahun

Beli Toyota Raize bekas mulai Rp 165 jutaan memang menggiurkan, tapi hitung dulu biaya kepemilikan tahunannya yang bisa menyentuh Rp 32 juta sebelum tanda tangan.

Kata Pemilik Toyota Raize Soal Biaya Kepemilikan, Tembus Rp 32 Juta

Harga bekasnya mulai Rp 165 jutaan, tapi biaya kepemilikan Toyota Raize per tahun bisa mencapai Rp 32 juta lebih. Angka yang perlu diperhitungkan sebelum terlanjur tergiur tampilan SUV kompaknya.

Talitha Ayu, karyawan swasta asal Tangerang Selatan, sudah hampir tiga tahun merasakan sendiri bagaimana Toyota Raize G 1.2 CVT keluaran 2022 bekerja sebagai kendaraan harian. Ceritanya cukup representatif untuk dijadikan acuan bagi calon pembeli yang sedang menimbang-nimbang.

Soal konsumsi bahan bakar, Raize tergolong irit untuk kelas SUV kompak. Talitha menggunakan Pertamax atau bensin RON 92, dengan pengeluaran sekitar Rp 350.000 hingga Rp 500.000 per minggu, meski mobil hanya dipakai tiga hari. Kalau disetahunkan, pos BBM saja sudah menyedot Rp 18,2 juta hingga Rp 26 juta, atau rata-rata Rp 1,52 juta sampai Rp 2,17 juta per bulan.

Belum selesai. Servis berkala setiap 10.000 kilometer menghabiskan Rp 2 juta sampai Rp 3 juta sekali masuk bengkel. Pajak tahunannya Rp 3,25 juta. Dengan asumsi satu kali servis dalam setahun, total biaya kepemilikan berada di kisaran Rp 23,45 juta hingga Rp 32,25 juta per tahun, atau sekitar Rp 64.000 hingga Rp 88.000 per hari. Belum termasuk asuransi, parkir, tol, dan penggantian ban.

Alasan Talitha memilih Raize bukan semata soal irit. Desainnya yang ia sebut "unisex" jadi daya tarik utama, tidak terlalu feminin tapi juga tidak terlalu macho, dengan siluet mirip SUV meski dimensinya ramping. Urusan parkir di gang sempit atau manuver di jalan perkotaan yang padat pun terasa lebih gampang.

Kekurangannya? Ada, dan tidak sedikit. Material bodi terasa tipis dibanding kompetitor sekelas. Bug kecil tapi menjengkelkan juga muncul dari sisi konektivitas: setiap sensor parkir belakang aktif saat mundur, koneksi Bluetooth otomatis putus dan harus disambungkan ulang manual. Bukan masalah fatal, tapi kalau lagi asik mendengarkan musik di perjalanan, agaknya lebih mengganggu dari yang terlihat.

Satu fakta yang mungkin belum banyak diketahui: Raize yang beredar di Vietnam diimpor langsung dari Indonesia sebagai unit CBU. Di sana, Raize masuk kategori SUV perkotaan kecil dengan mesin turbo, dan dianggap salah satu produk langka di kisaran harganya yang sudah dilengkapi fitur bantuan pengemudi cukup lengkap.

Untuk yang tidak ingin membeli baru, unit bekas Raize terpantau beredar mulai Rp 165 jutaan di situs jual beli mobil bekas per pertengahan Juli 2026, berdasarkan pantauan pada Minggu (19/7/2026). Harga bergerak tergantung tahun produksi, varian, riwayat servis, dan kelengkapan dokumen. Raize bekas 2022 ke atas, kalau data ini bisa dipercaya, masih akan dihargai lebih tinggi mengingat popularitas model ini belum tanda-tanda meredup.

Pertanyaan yang lebih penting: apakah Rp 165 jutaan ditambah Rp 32 juta per tahun itu worth it? Setelah tiga tahun, jawaban Talitha: ya.