Harganya belum sampai Rp 100 juta, tapi isinya mulai terasa seperti mobil kelas menengah. Tata Motors resmi memperkenalkan generasi terbaru Tiago, hatchback kompak andalan mereka di pasar India, lengkap dengan varian listrik Tiago EV yang ikut mendapat penyegaran serupa.
Perubahan paling kentara ada di eksterior. Bagian depan tampil lebih garang dengan grille baru dan bumper yang didesain ulang, sementara lampu depan LED kini punya siluet lebih tajam yang memberi kesan futuristis. Bahasa desain ini mulai mengikuti karakter model-model premium Tata seperti Nexon dan Altroz. Bahkan bagian belakangnya ikut dirombak dengan connected taillamp bergaya modern yang biasanya baru kamu temukan di segmen yang harganya dua kali lipat. Pilihan velg baru dan warna-warna segar melengkapi transformasi eksterior yang, jujur saja, cukup di luar ekspektasi untuk sebuah city car entry-level.
Di kabin, Tata tidak tanggung-tanggung. Head unit floating 10,25 inci dengan dukungan wireless Android Auto dan Apple CarPlay jadi senjata utama. Panel instrumen digital juga hadir, menggeser tampilan analog yang selama ini jadi penanda kelas mobil murah. Material interior diklaim naik kelas, dan kesan "mobil sejutaan" yang dulu menempel pada generasi awal Tiago agaknya sudah mulai ditinggalkan.
Lantas apa yang bikin Tiago EV menarik secara tersendiri? Cukup sederhana sebenarnya: Tata memposisikannya sebagai salah satu mobil listrik paling terjangkau di India, dan pembaruan kali ini disebut membawa fitur digital tambahan yang lebih fokus pada pengalaman berkendara EV. Persaingan EV kompak makin sengit, dan langkah ini bak gayung bersambut dengan arah pasar yang sedang bergerak.
Tata Motors bukan pemain baru di ranah kendaraan listrik India. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka konsisten jadi produsen paling agresif di segmen EV domestik, dengan sejumlah model yang sudah membuktikan diri. Pembaruan Tiago dan Tiago EV ini agaknya bukan sekadar facelift kosmetik. Ini bagian dari strategi lebih besar untuk mempertahankan volume penjualan di segmen kompak yang semakin digempur rival.
Dibandingkan standar pasar Indonesia, Tiago secara langsung bisa dikepasangkan dengan Daihatsu Ayla atau Toyota Agya dalam hal segmen dan fungsi. Bedanya? Rp 87 jutaan itu datang dengan layar floating 10,25 inci dan panel instrumen digital, sesuatu yang di pasar lokal masih jadi privilege kelas di atasnya. Angka yang patut dicermati, kalau data ini bisa dipercaya. Klaim yang tentu masih perlu dibuktikan lewat angka penjualan riil, tapi cukup untuk membuat para pesaingnya melirik dengan sedikit waswas.