Surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 masih tercatat positif, tapi di balik angka itu ada cerita yang kurang nyaman untuk diabaikan.
Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) sudah melebar lebih awal dari yang banyak diantisipasi. Sepanjang kuartal pertama 2026, CAD mencapai US$ 4,01 miliar, setara 1,1% dari produk domestik bruto. Bukan sekadar statistik rutin, ini level tertinggi sejak 2019, sebelum pandemi sempat memukul impor hingga jauh anjlok.
Yang membuat pelaku pasar waswas adalah polanya. Impor tumbuh lebih cepat dibanding ekspor, dan kalau tren ini tidak berbalik arah dalam beberapa bulan, tekanan pada CAD bisa makin berat di kuartal-kuartal berikutnya.
Surplus neraca dagang memang masih ada, dan itu satu-satunya penyangga yang menahan CAD agar tidak jebol lebih dalam. Tapi surplusnya makin tipis. Ibarat tanggul yang masih berdiri, tapi airnya sudah sampai di bibir.
Konteks 2019 penting dicermati. Saat itu CAD sempat menjadi momok yang menggerus rupiah dan memaksa Bank Indonesia menaikkan suku bunga secara agresif demi menjaga stabilitas eksternal. Kondisi 2026 belum sampai ke titik itu, tapi kemiripan polanya, agaknya, cukup untuk membuat para analis mulai mengangkat alis.
Dari sisi komposisi, tekanan impor kemungkinan besar didorong oleh kombinasi pemulihan permintaan domestik dan kebutuhan bahan baku industri yang belum sepenuhnya bisa dipenuhi dari dalam negeri. Kalau permintaan domestik yang jadi biang keladinya, itu sebenarnya sinyal bahwa ekonomi sedang berjalan, bukan runtuh. Tapi kalau impor konsumsi yang dominan, ceritanya beda.
Bagi investor dengan eksposur ke sektor yang sensitif terhadap nilai tukar, dinamika CAD ini patut masuk radar. Rupiah selama ini relatif terjaga, tapi ketahanan eksternal yang melemah bisa jadi faktor yang memaksa bank sentral lebih berhati-hati dalam mengelola kebijakan moneter. Pertanyaannya: apakah surplus neraca dagang April cukup kuat untuk mengerem pelebaran CAD di kuartal II, atau tren buruknya sudah terlanjur mengakar?