Tarif lama 6% sudah berakhir. Mulai 2 Mei 2026, Shopee mengubah struktur biaya layanan program Gratis Ongkir Ekstra dengan sistem dua tingkat yang, jujur saja, akan terasa lebih berat di kantong sebagian seller.
Skema barunya membagi produk ke dalam dua kategori. Produk ukuran biasa, yaitu barang dengan berat di bawah 5 kg, dimensi panjang, lebar, dan tinggi masing-masing di bawah 60 cm, serta volume tidak lebih dari 20.000 cm³, dikenai tarif 8% dengan batas maksimum tetap Rp40.000 per produk. Naik dua poin persentase dari tarif sebelumnya.
Produk ukuran khusus tarifnya lebih tinggi lagi: 9,5%, dengan plafon naik ke Rp60.000. Kategori ini mencakup barang berat minimal 5 kg, salah satu dimensi melebihi 60 cm, atau volume di atas 20.000 cm³. Seller bisa mengecek klasifikasi produk mereka langsung di dashboard Shopee.
Bukan angka yang bisa diabaikan, terutama bagi seller yang marginnya sudah tipis.
Ada jalan keluar, tapi tidak gratis. Seller yang aktif beriklan di platform bisa mendapat diskon biaya layanan, dengan syarat biaya iklan bersih minimal 3% dari total penjualan dalam 30 hari terakhir. Bagi seller yang lebih dari 50% penjualannya berasal dari kategori tertentu seperti elektronik atau perhiasan, ambang batasnya lebih rendah, cukup 0,5%.
Seller aksesoris dengan akun TikTok @vivileonita_ yang menjelaskan perubahan ini menyebut bahwa fitur di dashboard memungkinkan penjual melihat persentase produk mereka yang masuk kategori ukuran khusus. Informasi itu penting sebelum seller memutuskan apakah perlu menyesuaikan strategi iklan atau justru menarik diri dari program. "Kita bisa dapat harga diskon jika biaya iklan bersih minimal 3% dari total penjualan dalam 30 hari terakhir," jelasnya, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Belum selesai. Sebulan kemudian, per 1 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, giliran kebijakan retur yang diubah.
Selama ini, ongkos kirim pada transaksi retur sebagian besar ditanggung pembeli atau platform. Mulai Juni, seller ikut dilibatkan. Jika pembeli berubah pikiran dan mengembalikan barang, seller wajib berkontribusi atas biaya pengiriman pulang-pergi, dengan batas maksimal Rp5.000 per arah. Dalam satu transaksi retur, total beban yang bisa mendarat di kantong seller mencapai Rp10.000.
"Misalnya pembeli berubah pikiran, ongkos kirim PP diminta untuk berkontribusi," ujar seller tersebut.
Catatan penting: jika kegagalan pengiriman murni disebabkan oleh pihak logistik, biaya ditanggung penuh oleh platform atau penyedia layanan. Pesanan instan juga dikecualikan, dengan detail lebih lanjut akan diumumkan terpisah.
Dua kebijakan sekaligus. Bagi seller dengan produk besar, margin tipis, dan yang selama ini tidak terlalu aktif beriklan, agaknya ada kalkulasi ulang yang tidak bisa ditunda sampai Mei tiba.