Lima tembakan. Itu yang dibutuhkan untuk mengakhiri hidup Robert Kuzovkov, seniman Rusia yang selama bertahun-tahun menjadikan Putin, Lukashenko, dan Kadyrov sebagai objek karikaturnya yang pedas.
Kuzovkov, yang berkarya dengan nama samaran Semyon Skrepetsky, ditembak pada Senin pagi, 15 Juni 2026, di sebuah tempat parkir di kota Biała Podlaska, Polandia timur. Pria 44 tahun itu tengah berada di dekat kediamannya ketika seorang pria bersenjata tak dikenal mendekati dan melepaskan dua tembakan pertama. Begitu korban jatuh ke tanah, si penembak mendekat lagi, memuntahkan tiga peluru tambahan, lalu kabur. Luka di kepala, dada, dan punggung. Kuzovkov meninggal di tempat.
Tidak lama setelah kejadian, polisi Polandia menangkap dua warga negara Belarusia berusia 33 dan 37 tahun di sekitar konsulat Belarusia, yang berjarak sekitar 600 meter dari lokasi penembakan. Lima selongsong peluru dan satu proyektil Geco 9mm Luger ditemukan di TKP. Peran keduanya masih diselidiki, kata Marcin Kozak, juru bicara kejaksaan distrik Lublin.
Biała Podlaska bukan sembarang kota. Populasinya di bawah 60.000 jiwa, dan kota ini terletak sekitar 40 kilometer dari perbatasan Belarusia. Agaknya bukan kebetulan Kuzovkov memilih menetap di sana setelah mendapat suaka politik. Ia meninggalkan Rusia pada 2021, lari dari ancaman penuntutan pidana atas karya-karya kritisnya.
Skrepetsky dikenal luas karena karikaturnya yang tidak memberi ampun. Salah satu lukisannya menampilkan Putin berpose dalam pelukan Josef Stalin, sosok diktator Soviet yang namanya sendiri sudah cukup sebagai penghinaan bagi banyak orang Rusia. Kadyrov dan Lukashenko pun tidak luput dari sentuhan penanya. Sehari sebelum ditembak, ia mengunggah video di YouTube memperlihatkan dirinya membuang bendera Rusia ke tempat sampah, tepat di Hari Kedaulatan Rusia, 12 Juni, saat ia tengah berada di Berlin.
Apakah itu semacam provokasi terakhir? Entah kebetulan atau tidak, video itu beredar kurang dari 24 jam sebelum ia ditembak mati.
Hingga kini, jaksa Polandia belum menarik kesimpulan soal siapa dalang di balik pembunuhan ini dan belum secara resmi mengaitkan kasus ini dengan Moskow maupun Minsk. Klaim yang masih perlu dibuktikan lewat proses hukum yang panjang. Tapi bagi komunitas diaspora Rusia dan Belarusia di Eropa, kematian Kuzovkov terasa seperti pengingat keras bahwa jarak dari ibu kota negara tempat mereka lahir tidak selalu berarti aman.