Senin sore di Washington berjalan tidak seperti biasanya.
Seorang pria mencurigakan teridentifikasi membawa senjata api di kawasan National Mall, tak jauh dari Gedung Putih. Agen Secret Service mendekati. Pria itu kabur dengan berjalan kaki, lalu tiba-tiba mengeluarkan senjatanya dan melepaskan tembakan. Agen membalas. Tersangka roboh dan langsung dilarikan ke rumah sakit, kondisi terkininya belum diungkap secara rinci.
Area sekitar Gedung Putih sempat dikunci sementara otoritas mengamankan lokasi.
Wakil Direktur Secret Service Matthew Quinn mengonfirmasi penembakan itu terjadi tak lama setelah konvoi kendaraan Wakil Presiden JD Vance melewati kawasan tersebut. Berdekatan waktunya, memang. Tapi Quinn menahan diri, "Saya tidak akan berspekulasi soal itu. Apakah ini ditujukan kepada presiden atau tidak, saya tidak tahu, tetapi kami akan mengetahuinya," tegasnya kepada wartawan.
Satu korban lain tercatat: seorang remaja yang berada di sekitar lokasi mengalami luka ringan. Motif pelaku masih gelap.
Bukan kebetulan kalau insiden ini langsung menarik perhatian lebih dari sekadar berita kriminal biasa. Kurang dari sepuluh hari sebelumnya, seorang pria bernama Cole Allen, 31 tahun, mencoba menerobos pengamanan hotel tempat Presiden Donald Trump menghadiri acara. Allen kini menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan presiden.
Dua kejadian. Kota yang sama. Dua pekan.
Apakah keduanya terhubung? Quinn bilang penyelidikan masih berjalan dan pihaknya belum menemukan indikasi Wapres Vance menjadi target. Belum ada garis merah yang bisa ditarik antara satu kasus dengan kasus lainnya, kalau data yang tersedia sejauh ini bisa dijadikan pegangan.
Secret Service kini punya dua berkas sekaligus untuk dibuka.