Selama empat hari, SCG Chemicals Public Company Limited secara sistematis menguras posisinya di PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Hasilnya bukan angka kecil. Hampir Rp20 triliun mengalir ke kantong induk usaha asal Thailand itu.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, divestasi ini berlangsung dalam tiga gelombang. Pada 2 Juni 2026, SCG melepas 1.027.872.700 saham TPIA lewat 48 transaksi dengan rentang harga Rp1.698 hingga Rp2.070 per saham, meraup sekitar Rp1,75 triliun sampai Rp2,13 triliun. Kepemilikan SCG pun turun dari 30,57% menjadi 29,38%.
Dua hari berselang, pada 4 Juni, SCG kembali melepas 1.345.080.600 saham di harga Rp1.396 per saham, senilai sekitar Rp1,88 triliun. Penjualan terbesar terjadi pada 5 Juni: 9.143.693.062 saham di harga Rp962 senilai Rp8,80 triliun, ditambah 1.340.000.000 saham di harga Rp1.379 yang menyumbang Rp1,85 triliun lagi. Total untuk tanggal itu saja mencapai sekitar Rp10,65 triliun. Bila dijumlahkan dari 2 Juni hingga 5 Juni, SCG telah mengantongi dana antara Rp19,91 triliun hingga Rp20,29 triliun. "Tujuan transaksi ini untuk divestasi," ungkap SCG dalam keterbukaan informasinya.
Hasil akhirnya, kepemilikan SCG di TPIA amblas dari 30,57% menjadi hanya 15,71%, setara 13.589.972.562 saham.
Transaksi pada 5 Juni sempat menghebohkan pasar. Tercatat 10 transaksi negosiasi senilai Rp8,8 triliun yang berlangsung dalam rentang pukul 11.03 hingga 11.28 WIB, melibatkan 9,14 miliar lembar saham di harga Rp962 per lembar. Identitas pembeli sempat jadi tanda tanya besar. Tapi analis dengan cepat menyambungkan titik-titiknya.
Theodorus Melvin, Investment Analyst Stockbit, menyebut ada dua petunjuk yang menguatkan dugaan bahwa transaksi nego itu memang bagian dari aksi SCG. Pertama, data KSEI menunjukkan sekitar 9,1 miliar saham TPIA telah dikonversi oleh SCG dari bentuk warkat menjadi scripless pada 2 Juni 2026, dan saham-saham itu ditransfer ke broker PT CGS International Sekuritas Indonesia. Kedua, jumlah saham yang diperdagangkan dalam 10 transaksi nego tersebut relatif identik dengan porsi 10,57% kepemilikan SCG yang memang sudah direncanakan untuk didivestasi. "Saya meyakini bahwa transaksi ini merupakan penanda rampungnya transaksi divestasi SCG Chemicals sebesar 10,57%," ujar Theodorus.
Rencana divestasi ini bukan kejutan bagi pelaku pasar yang jeli, kalau memang mereka mengikuti perkembangannya. Wacana pelepasan saham TPIA oleh SCG sudah beredar sejak 13 Juni 2025, hampir setahun sebelum eksekusinya.
Saham TPIA sendiri sempat bergolak hebat pada sesi perdagangan Jumat. Harga sempat terpelanting sedalam 6,55% ke level Rp1.285 pada pukul 10.27 WIB, dipicu kepanikan sesaat begitu transaksi nego itu tercium pasar. Tapi aksi beli yang masuk kemudian membalikkan keadaan secara dramatis: TPIA melesat 13,45% ke Rp1.560 saat penutupan sesi pertama. Bagi investor ritel yang kuat mental dan tidak nyangkut di harga atas, itu cuan lumayan dalam sehari.
Pertanyaan yang kini menggantung: siapa yang menyerap hampir 10 miliar lembar saham itu, dan apakah ada agenda lebih besar di balik masuknya pemegang baru ini ke salah satu emiten andalan Prajogo Pangestu?