SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  RMKE Stock Split 1:5, Saham Baru Beredar Mulai 21...

Bisnis

RMKE Stock Split 1:5, Saham Baru Beredar Mulai 21 Juli 2026

PT RMK Energy Tbk resmi memecah saham dengan rasio 1:5, mengubah nilai nominal dari Rp 100 menjadi Rp 20 per saham. Distribusi saham baru dijadwalkan pada 21 Juli 2026.

RMK Energy (RMKE) Segera Realisasikan Pelaksanaan Stock Split

Sepanjang Juli ini, aksi korporasi PT RMK Energy Tbk (RMKE) layak masuk radar investor. Emiten sektor energi itu resmi memecah nominal saham dengan rasio 1:5, eh, bukan em dash, artinya setiap satu saham lama berubah menjadi lima saham baru, nilai nominalnya turun dari Rp 100 menjadi Rp 20 per lembar.

Persetujuan aksi ini bukan proses dadakan. Pemegang saham RMKE sudah memberi lampu hijau lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Juni 2026, dan manajemen kini bergerak cepat merealisasikannya.

Dampak ke struktur permodalan? Lumayan masif. Jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh melonjak dari 4,375 miliar saham menjadi 21,875 miliar saham. Total modal dasar ikut terkerek, dari 14 miliar saham menjadi 70 miliar saham. Angka yang tidak main-main.

Bagi pemegang saham yang menitipkan saham RMKE di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), ada tanggal yang perlu diingat: 20 Juli 2026 menjadi tanggal acuan saldo di sub rekening efek masing-masing. "Selanjutnya pada 21 Juli 2026, saham dengan nilai nominal baru hasil pelaksanaan pemecahan saham akan didistribusikan melalui sub rekening efek masing-masing pemegang saham," tulis manajemen RMKE dalam keterbukaan informasi yang dirilis Senin (13/7).

Stock split lazimnya bukan sekadar aksi teknikal tanpa motif. Harga per lembar yang lebih terjangkau pascapemecahan membuat basis investor yang bisa menjangkau saham ini ikut melebar, dan likuiditas di pasar sekunder berpotensi ikut terangkat. Bagi investor ritel, agaknya ini kabar yang sambut positif.

Pertanyaannya, sejauh mana efek itu bertahan? Secara historis, saham yang baru menjalani stock split kerap dihajar volatilitas jangka pendek sebelum pasar menemukan equilibrium-nya. Apakah RMKE mengikuti pola klasik itu, atau justru jadi pengecualian, pasar yang akan membuktikan.