Hampir lima bulan setelah debut di China, Redmi Turbo 5 akhirnya menyeberang ke India, sekaligus menandai debut perdana lini Turbo Series di luar pasar domestiknya. Peluncuran ini disambut antusias, tapi tidak tanpa catatan.
Selisih harga antara versi India dan China terbilang mencolok. Varian 12GB+256GB di India dibanderol Rs 38.999 atau sekitar Rp7,4 juta. Versi yang sama di China? Hanya 2.299 Yuan, setara sekitar Rp6,1 juta setelah konversi. Artinya ada jarak Rp1,3 juta untuk hardware yang persis sama. Bahkan varian dasar 8GB+256GB India seharga Rp6,8 juta masih lebih mahal dari varian 12GB China. Ini agaknya yang bikin sebagian penggemar mengernyitkan dahi.
Ada penjelasan logisnya, tentu. Bea masuk, GST, dan ongkos logistik yang melar di rantai pasokan India memang mendongkrak harga jual akhir. Fenomena serupa bukan barang baru untuk ponsel asal China yang masuk pasar India. Tapi "logis" tidak berarti tidak terasa perih di kantong.
Redmi India tidak tinggal diam. Mereka menawarkan potongan instan Rs 2.000 bagi pemegang kartu bank SBI, ICICI, dan Axis Bank. Penjualan perdana dimulai 19 Juni lewat Amazon.in, mi.com, dan gerai ritel luring, dengan tiga pilihan warna: Turbo White, Nitro Blue, dan Asphalt Black.
Soal spesifikasi, Redmi Turbo 5 memang tidak pelit. Chipset MediaTek Dimensity 8500 Ultra dengan kecepatan hingga 3,4 GHz dipadukan RAM LPDDR5X Ultra dan storage UFS 4.1. Skor AnTuTu-nya diklaim melampaui 2 juta poin, angka yang menurut Redmi lebih tinggi dari OnePlus Nord CE6 maupun Nothing Phone (4a) Pro.
Bintang sesungguhnya di ponsel ini: baterai 7.540mAh dengan pengisian 100W HyperCharge. Kapasitas itu memang kalah dari OnePlus Nord 6 yang membawa baterai 9.000mAh, tapi Nord 6 hanya sanggup isi ulang di angka 80W. Dalam praktiknya, Redmi yang lebih kecil kapasitasnya bisa selesai ngecas lebih cepat. Pilihan mana yang lebih relevan tergantung gaya pakai masing-masing pengguna.
Perbandingan dengan OnePlus Nord 6 memang layak disandingkan, karena keduanya bermain di segmen menengah premium dengan harga berdekatan. Nord 6 membawa layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 165Hz dan Snapdragon 8s Gen 4, sementara Redmi Turbo 5 pakai panel 6,59 inci 120Hz dengan bobot lebih ringan di 204 gram. Nord 6 juga unggul di kamera depan 32MP dengan autofokus dan perekaman 4K, dibanding Redmi yang hanya 20MP. Untuk konektivitas, Nord 6 sudah mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0, sedangkan Turbo 5 masih di Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.4.
Ketahanan fisik Turbo 5 layak disebut. Sertifikasi IP66, IP68, IP69, sekaligus IP69K, empat lapis sekaligus. Tidak banyak ponsel di kisaran harga ini yang berani pasang paket seberat itu. Layar AMOLED 1,5K-nya dilengkapi vapour chamber 5.300mm² untuk menjaga suhu saat gaming berat, dan kamera belakang 50MP Sony IMX882 dengan OIS ditambah ring LED pixel-matrix yang bisa dikustomisasi melengkapi paket yang cukup solid. Semuanya berjalan di atas HyperOS 3 berbasis Android 16.
Untuk pasar Indonesia, baik Redmi Turbo 5 maupun OnePlus Nord 6 belum masuk jalur resmi. Kisaran harga Turbo 5 diperkirakan antara Rp6 juta hingga Rp7,5 juta, sementara Nord 6 diperkirakan di Rp7,5 juta sampai Rp8,5 juta. Bagi yang siap berburu lewat jalur paralel, pertanyaannya sederhana: apakah selisih sekitar Rp1 juta lebih untuk baterai yang lebih jumbo dan konektivitas lebih mutakhir terasa worth it, atau cukup ambil yang lebih murah dan lebih ringan di tangan?