KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Realme C100: Baterai 8.000 mAh, Bukan Sekadar Klai...

Tekno

Realme C100: Baterai 8.000 mAh, Bukan Sekadar Klaim

Realme resmi meluncurkan C100 pada 7 Mei 2026, membawa baterai 8.000 mAh dengan sertifikasi IP69 Pro dan ketahanan fisik MIL-STD-810H, sekaligus meraih posisi teratas pengujian AnTuTu All-Day Heavy Usage Test.

Tanggal 7 Mei 2026 jadi hari yang ditunggu di segmen entry-level. Realme resmi merilis C100, ponsel dengan klaim besar: baterai 8.000 mAh pertama di kelasnya, ketahanan fisik sekelas peralatan militer, dan bodi yang kata mereka tetap ramping.

Bukan sekadar angka di kertas. Dalam pengujian AnTuTu All-Day Heavy Usage Test yang dirancang untuk mensimulasikan penggunaan intensif nyata, termasuk gaming, live streaming, navigasi, panggilan video, media sosial, hingga sesi interaksi AI, realme C100 bertahan selama 11 jam 33 menit. Itu menempatkannya di posisi pertama, unggul atas Vivo Y31d (10 jam 47 menit, baterai 7.200 mAh) dan Honor X8d (10 jam 29 menit, baterai 7.000 mAh). Khusus untuk sesi AI saja, C100 sanggup jalan lebih dari 4,5 jam.

Untuk penggunaan spesifik, klaimnya lebih agresif: streaming video lebih dari 24 jam, navigasi GPS aktif lebih dari 20 jam, gaming online lebih dari 11 jam. Bagi yang sering nyangkut di tengah perjalanan karena baterai sekarat, angka-angka itu cukup menarik perhatian.

Baterai segede itu, apa bodinya tidak setebal buku telepon? Krisva Angnieszca, Public Relations Lead realme Indonesia, menjelaskan kuncinya ada pada teknologi stacking, di mana komponen baterai ditata berlapis dan rapat, bukan disusun secara konvensional yang melebar. "Hasilnya, kepadatan energi meningkat sehingga lebih banyak daya bisa dimasukkan ke dalam ruang yang sama," jelas Krisva saat sesi media hands-on realme C100 di Jakarta. Sebagai gambaran, tiga unit C100 ditumpuk pun masih 15,9% lebih tipis dibanding powerbank 20.000 mAh. Bukan main.

Soal ketahanan jangka panjang, realme mengklaim baterainya mampu mempertahankan lebih dari 80 persen battery health setelah tujuh tahun pemakaian dan 1.600 siklus pengisian daya. Dua kali lipat dari standar Uni Eropa. Ada pula Titan Battery Safety System yang menjaga stabilitas baterai dari suhu ekstrem, mulai -20 derajat Celsius sampai 45 derajat Celsius, benturan fisik, sampai overcharge. Di skenario baterai kritis, sisa 1 persen kapasitas diklaim masih cukup untuk menelepon sekitar 23 menit. Kalau terbukti di lapangan, itu bisa mengubah cara orang memandang baterai entry-level.

Ketangguhan fisiknya juga tidak main-main. C100 mengantongi sertifikasi IP69 Pro, perlindungan air dan debu hingga kedalaman 6 meter selama 30 menit. Sertifikasi MIL-STD-810H untuk ketahanan benturan turut disematkan, diklaim tahan jatuh dari ketinggian 2 meter. Layarnya dilengkapi Rain Touch Mode yang menjaga responsivitas sentuhan meski basah, dengan peningkatan akurasi hingga 35 persen. Berguna bagi yang sering pakai ponsel hujan-hujanan atau tangan berkeringat.

"Realme C100 menjadi langkah kami dalam menetapkan standar baru di segmennya melalui kombinasi baterai besar 8.000 mAh serta daya tahan tinggi untuk menjawab kebutuhan anak kampus di seluruh Indonesia," kata Krisva dalam keterangan resminya.

Desain hadir dalam tiga pilihan warna: Glory White, Victory Purple, dan Endurance Brown, dengan frame bodi melengkung 2.5D yang diklaim nyaman digenggam. Ada tiga model dalam seri C100 yang diperkenalkan sekaligus saat peluncuran, meski detail spesifikasi lengkap dan harga masih ditutup rapat.

Peluncuran bisa disaksikan lewat kanal YouTube, Facebook, dan TikTok realme Indonesia mulai pukul 15.30 WIB. Soal harga, pasar menunggu. Agaknya itulah yang akan benar-benar menentukan apakah klaim "standar baru entry-level" ini diuji oleh dompet konsumen atau cuma ramai di atas panggung.