SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Rahayu Saraswati Hengkang dari TRIN, Saham Langsun...

Bisnis

Rahayu Saraswati Hengkang dari TRIN, Saham Langsung Dihajar ARB

Putri Hashim Djojohadikusumo resmi mundur dari kursi Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk, meninggalkan TRIN dengan koreksi tajam 14,29 persen di hari pengumuman. Ia kini dikabarkan merapat ke emiten beauty and wellness VICI.

Keponakan Prabowo Mundur dari Komisaris Utama Triniti Land

Saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) amblas 14,29 persen ke level Rp 204 per saham pada perdagangan Jumat (9/10/2026), sehari setelah manajemen menerima surat pengunduran diri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari posisi Komisaris Utama. Volume perdagangan hari itu terkerek ke sekitar 53,3 juta saham dengan nilai transaksi mendekati Rp 11,9 miliar, lumayan ramai untuk emiten properti kelas menengah.

Baru sepuluh bulan menjabat. Putri konglomerat Hashim Djojohadikusumo sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto itu resmi didudukkan sebagai Komisaris Utama TRIN melalui RUPSLB pada 2 Desember 2025, lengkap dengan rencana menambah kepemilikan saham hingga 20 persen secara bertahap. Surat pengunduran dirinya masuk ke meja manajemen pada 7 Oktober 2026.

Direktur Utama TRIN Ishak Chandra menyampaikan perseroan akan menggelar RUPSLB untuk memformalkan pengunduran diri tersebut. Sampai proses itu rampung, Rahayu masih menjalankan fungsinya sebagai komisaris utama dan berkomitmen mendukung transisi. "Beliau tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selaku Komisaris Utama Perseroan serta berkomitmen untuk mendukung kelancaran proses transisi," ungkap Ishak dalam keterbukaan informasi.

Satu hal yang agaknya sedikit meredam kepanikan: Rahayu tidak sepenuhnya angkat kaki dari TRIN. Per akhir September 2026, ia masih tercatat sebagai pemegang saham sebesar 3,92 persen, baik langsung maupun tidak langsung. Manajemen pun menegaskan pengunduran diri ini tidak berdampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan. Visi Rahayu soal pengembangan properti ramah lingkungan dan peningkatan kualitas desain, kata manajemen, akan tetap dilanjutkan.

Lantas ke mana ia pergi? Rahayu sendiri yang menjawab. Kepada media, ia mengonfirmasi baru dinominasikan untuk masuk ke jajaran komisaris PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), emiten di segmen beauty and wellness. "So, hari ini di-announce saya akan bergabung di VICI. Victoria Care Indonesia yang bergerak di bidang beauty and wellness dan itu yang I'm excited about," kata Rahayu.

Ketertarikannya pada VICI bukan tanpa alasan. Ia menyebut fundamental bisnis VICI yang solid di pasar domestik, terutama jaringan distribusi yang menjangkau salon-salon kecantikan di kota tier 2 dan tier 3, sebagai daya tarik utama. Segmen yang kerap diremehkan analis, tapi volume pasarnya tidak kecil. Rahayu juga menyiapkan ambisi membawa VICI berekspansi ke pasar luar negeri, setidaknya itu yang ia janjikan saat ini.

Bagi pemegang saham TRIN, pertanyaannya lebih mendasar dari sekadar siapa penggantinya: apakah koreksi kemarin reaksi berlebihan pasar terhadap hengkangnya satu nama besar, atau ada kekhawatiran lebih dalam soal arah emiten ini setelah kehilangan figur yang sempat jadi magnet perhatian sejak akhir tahun lalu?