Sejak Desember lalu, sesuatu berubah di dalam Kremlin. Bukan soal kebijakan luar negeri, bukan pula retorika perang. Yang berubah adalah cara Vladimir Putin menjaga dirinya sendiri.
Laporan intelijen Eropa yang diperoleh CNN mengungkap pengetatan keamanan pribadi Putin secara besar-besaran, tapi tunggu, em dash itu harus hilang. Juru masak, pengawal, fotografer presiden kini dilarang naik transportasi umum. Ponsel mereka harus tanpa akses internet. Pengunjung utama Kremlin wajib melewati pemeriksaan ganda. Sistem pemantauan tambahan dipasang di kediaman staf kunci. Langkah-langkah yang, jujur saja, tidak lazim bahkan untuk standar Kremlin sekalipun.
Bukan main.
Pemicunya: pembunuhan Letnan Jenderal Fanil Sarvarov pada Desember 2025, yang diduga kuat didalangi Ukraina. Peristiwa itu memantik perpecahan di kalangan petinggi lembaga keamanan Rusia dan meninggalkan luka lebih dalam dari yang tampak di permukaan. Laporan intelijen tersebut menyebut, sejak awal Maret 2026, Kremlin dan Putin sendiri mulai dihantui dua ketakutan: kebocoran informasi sensitif dan kemungkinan kudeta.
Ketakutan itu bukan tanpa dasar. Di internal elite militer Rusia, ketegangan sudah lama mendidih. Kepala Staf Umum Valeri Gerasimov dilaporkan secara terbuka mengkritik Kepala FSB Alexander Bortnikov dalam pertemuan Kremlin akhir 2025, menyorot kegagalan melindungi personel militer. Laporan intelijen itu mengutip Gerasimov yang menekankan rasa takut dan demoralisasi yang merebak di kalangan pasukan sebagai akibat langsung dari kelalaian tersebut.
Lalu ada nama yang lebih mengejutkan: Sergei Shoigu.
Mantan Menteri Pertahanan yang kini menjabat Sekretaris Dewan Keamanan itu disebut sebagai figur yang dikaitkan dengan risiko kudeta, lantaran ia masih menyimpan pengaruh di dalam komando tinggi militer. Laporan itu memang tidak menyertakan bukti konkret. Tapi fakta bahwa nama Shoigu, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai sekutu paling setia Putin, kini muncul dalam konteks semacam ini, agaknya sudah cukup untuk menggambarkan betapa paranoidnya atmosfer di lingkaran kekuasaan Moskow saat ini.
Respons Putin? Ia memperluas cakupan Dinas Perlindungan Federal (FSO), kini melindungi hingga 10 komandan senior.
Pergerakan fisiknya pun makin dibatasi. Putin dilaporkan berhenti mengunjungi kediaman lamanya di kawasan Moskow dan Valdai, properti musim panas pribadi yang terletak di antara St. Petersburg dan ibu kota. Sepanjang 2026, ia disebut belum sekalipun menyambangi fasilitas militer secara langsung, padahal di 2025 kunjungan semacam itu terbilang rutin. Kremlin kini lebih banyak merilis rekaman video yang diproduksi sebelumnya untuk menjaga ilusi kehadiran publik.
Sejak invasi Ukraina 2022, Putin memang kerap menghabiskan berminggu-minggu di bunker berlapis keamanan di wilayah Krasnodar, dekat Laut Hitam. Pola itu kini makin intensif.
Tekanan dari luar tak kalah berat. Barat memperkirakan korban di pihak Rusia mencapai sekitar 30.000 jiwa tewas dan terluka setiap bulan. Drone Ukraina semakin sering menjangkau kota-kota besar Rusia. Gangguan layanan komunikasi mulai memantik ketidakpuasan warga perkotaan, kelompok yang selama ini menjadi penyangga diam rezim.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengakui adanya peningkatan ancaman, meski dengan framing yang lebih steril. Keberhasilan serangan jarak jauh Ukraina ia sebut sebagai salah satu motivasi pengetatan keamanan. "Dengan latar belakang ancaman teroris ini, tentu saja semua tindakan sedang diambil untuk meminimalkan bahaya," ujarnya. Kutipan yang terdengar resmi, tapi bisa jadi juga mengakui lebih banyak dari yang dimaksud.
Dampaknya bahkan terasa hingga ke Lapangan Merah. Parade militer 9 Mei, perayaan Hari Kemenangan yang biasanya jadi panggung unjuk kekuatan Rusia di hadapan dunia, tahun ini berlangsung tanpa kendaraan lapis baja dan rudal. Untuk pertunjukan yang selama ini dirancang sebagai sinyal kekuatan, absennya alutsista berat adalah pesan yang sulit disembunyikan.
Putin masih sesekali muncul di publik. Pekan ini ia bertemu pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Pertanyaannya, berapa lama frekuensi itu bertahan? Bisa jadi, kita sedang menyaksikan penguasa yang makin jarang terlihat di tempat yang tidak terencana dengan sempurna.