KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Prodia Diagnostic Line Siap IPO, Incar Dana Rp62,7...

Finansial

Prodia Diagnostic Line Siap IPO, Incar Dana Rp62,75 Miliar

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) bersiap melantai di BEI dengan melepas 30% saham ke publik, sementara pemegang saham eksisting dikunci delapan bulan pasca IPO.

Prodia Line IPO, Pemegang Saham Pengendali Lock Up 8 Bulan - Market

Anak usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) segera menyusul induknya masuk bursa. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), produsen alat kesehatan dan reagen diagnostik afiliasi Grup Prodia, resmi membuka penawaran umum perdana saham dengan target perolehan dana hingga Rp62,75 miliar.

Dalam aksi korporasi ini, PRDL melepas sebanyak-banyaknya 522,9 juta saham baru ke publik, setara 30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO rampung. Kisaran harga penawaran dipatok Rp100 hingga Rp120 per saham. Bukan angka jumbo, tapi cukup untuk menandai kehadiran pemain baru di segmen alat kesehatan yang belakangan makin ramai.

Bersamaan dengan IPO, perseroan juga menggelar program Employee Stock Allocation (ESA) dengan alokasi hingga 36,6 juta saham, atau sekitar 7% dari total saham yang ditawarkan. Agaknya ini dimaksudkan untuk mengikat loyalitas karyawan sekaligus memberi sinyal bahwa manajemen cukup percaya diri dengan prospek bisnisnya.

Satu hal yang layak dicermati: ketentuan lock-up bagi pemegang saham eksisting. Berdasarkan prospektus yang diterbitkan, seluruh saham milik pemegang saham saat ini tidak dapat dialihkan selama delapan bulan setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Delapan bulan. Ketentuan ini mengacu pada POJK Nomor 25 Tahun 2017 yang mengatur pembatasan atas saham yang diterbitkan sebelum penawaran umum.

Bagi investor ritel, lock-up delapan bulan ini bisa dibaca dari dua sudut yang berbeda. Selama periode itu berlaku, potensi tekanan jual dari pemegang saham lama relatif tertahan begitu saham mulai diperdagangkan di pasar sekunder. Namun begitu kunci dibuka, pasar perlu bersiap mengantisipasi kemungkinan aksi profit-taking dari pihak yang sudah lama menggenggam saham ini dengan harga perolehan jauh di bawah harga IPO. Pertanyaannya, seberapa besar tekanan itu nanti?

PRDL bergerak di segmen yang berbeda dari induknya PRDA, yang lebih dikenal sebagai jaringan laboratorium klinik. Sebagai produsen alat diagnostik dan reagen, PRDL lebih memainkan peran di sisi hulu, menyuplai kebutuhan industri layanan kesehatan. Entah kebetulan atau tidak, pasca pandemi permintaan terhadap produk diagnostik tetap solid, meski tidak lagi seagresif masa COVID-19.

Jadwal lengkap IPO, termasuk masa penawaran dan tanggal pencatatan perdana di BEI, belum dirinci dalam prospektus yang beredar. Proses pendaftaran ke OJK sudah berjalan. Pelaku pasar yang tertarik perlu memantau efektivitas pernyataan pendaftaran sebagai penanda resmi dimulainya proses penawaran.