KAMIS, 8 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Perak Antam Melejit Rp1.850, Kembali Tembus Gocap...

Bisnis

Perak Antam Melejit Rp1.850, Kembali Tembus Gocap di Awal Pekan

Harga perak Antam melesat ke Rp51.400 per gram pada Senin 25 Mei 2026, rebound tajam setelah melemah akhir pekan lalu. Penguatan ini sejalan dengan lonjakan harga perak dunia yang menguat lebih dari 3%.

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Senin 25 Mei 2026: Melambung Tinggi - Halaman all

Harga perak murni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membuka pekan ini dengan lompatan yang cukup mencolok, naik Rp1.850 ke level Rp51.400 per gram, kembali menembus batas psikologis gocap yang sempat terlepas di akhir pekan lalu.

Sabtu (23/5), perak Antam masih bertengger di Rp49.550 per gram setelah melemah Rp650. Sehari sebelumnya, Jumat (22/5), harga sudah sempat menyentuh Rp50.200 per gram. Rebound hari ini, jujur saja, lebih kencang dari yang banyak diantisipasi.

Katalisnya jelas dari luar. Harga perak di pasar spot global ikut menguat 3,12% ke US$77,74 per troy ounce, dan itu yang mendorong harga Antam ikut terkerek. Sepanjang beberapa pekan terakhir, pergerakan perak memang tak setenang emas karena tersandera dua variabel besar: arah kebijakan suku bunga The Fed yang belum jelas, serta tensi geopolitik seputar Iran yang sesekali muncul mempengaruhi selera risiko pelaku pasar komoditas. Volatil. Itulah kata yang paling tepat.

Dari sisi produk, perak batangan 250 gram hari ini dipatok Rp13.250.000, atau Rp14.707.500 jika sudah termasuk PPN 11%. Untuk ukuran 500 gram, harganya Rp25.700.000, naik ke Rp28.527.000 setelah pajak. Bagi yang meminati seri Heritage, keping 31,1 gram dijual Rp2.146.351 (Rp2.382.450 inklusif PPN), sedangkan Heritage 186,6 gram dibanderol Rp11.756.536 atau Rp13.049.755 setelah pajak.

Antam juga masih menjual emas batangan di hari yang sama. Harga 1 gram tercatat Rp2.803.000, sementara denominasi terkecil 0,5 gram dipatok Rp1.451.500. Spread antara emas dan perak yang masih lebar agaknya jadi salah satu alasan investor ritel mulai lirik perak sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Bak gayung bersambut: harga global naik, daya tarik relatif perak pun ikut terdongkrak.

Pertanyaannya sekarang: apakah level Rp51.000-an ini bisa bertahan, atau hanya rebound teknikal setelah dua hari koreksi? Selama ketidakpastian The Fed belum terurai dan situasi Iran belum kondusif, volatilitas perak kemungkinan masih jadi teman setia hingga akhir bulan. Kalau data ini bisa dipercaya, momentum hari ini setidaknya memberi sinyal bahwa perak belum kehabisan tenaga.