Rebound kemarin ternyata cuma tamu sebentar. Harga perak murni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali merosot Rp 300 pada Sabtu (30/5/2026), turun ke level Rp 49.750 per gram berdasarkan pantauan laman Logam Mulia.
Sehari sebelumnya, Jumat (29/5), harga perak Antam sempat melesat Rp 900 ke Rp 50.050 per gram, seolah ada sinyal pemulihan. Kenaikan itu langsung dihabisi keesokan harinya. Volatilitas tiga hari terakhir cukup mencolok: Rabu bertengger di Rp 51.000, lalu rontok Rp 1.850 ke Rp 49.150 pada Kamis, naik lagi Jumat, dan tergelincir lagi hari ini. Bak roller coaster dalam satu pekan.
Untuk produk fisik Sabtu ini, harga dasar perak murni kemasan 250 gram dibanderol Rp 12.837.500, atau Rp 14.249.625 sudah termasuk PPN 11%. Kemasan 500 gram dipatok Rp 24.875.000, dengan PPN jadi Rp 27.611.250. Koreksi ini, kalau data bisa dipercaya, mungkin jadi momen untuk mengamati lebih cermat bagi investor yang masih menimbang-nimbang.
Varian Heritage ikut menyesuaikan. Perak Heritage 31,1 gram hari ini dijual Rp 2.095.031, atau sekitar Rp 2.325.484 termasuk pajak. Ukuran 186,6 gram dihargai Rp 11.448.646, setara Rp 12.707.997 setelah PPN.
Koreksi domestik sejalan dengan pelemahan di pasar global. Saat berita ini disusun, perak dunia tergerus 0,51% ke US$ 75,15 per ons. Sehari sebelumnya logam ini masih di US$ 76,01 per ons dengan kenaikan 0,64%. Beda tipis. Tapi cukup untuk menarik harga ke bawah level psikologis Rp 50.000 per gram.
Level Rp 50.000 agaknya masih jadi resistance yang belum berhasil ditembus secara konsisten. Dua kali dalam sepekan terakhir harga gagal bertahan di atasnya. Pertanyaannya: apakah ini sekadar konsolidasi sebelum lanjut naik, atau sinyal bahwa momentum kenaikan perak mulai kehabisan tenaga?