RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Pasar PC Panen Besar 2025, Krisis Chip Memori Siap...

Bisnis

Pasar PC Panen Besar 2025, Krisis Chip Memori Siap Menghantam 2026

Lonjakan penjualan PC global sepanjang 2025 ternyata bukan murni cerita pertumbuhan. Di baliknya ada kepanikan kolektif soal kelangkaan chip memori yang diprediksi mengguncang pasar tahun ini.

Pengapalan PC global sepanjang 2025 melonjak 8,1% dibanding tahun sebelumnya, menembus 284,7 juta unit. Angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Tapi jangan terburu senang.

Sebagian besar lonjakan itu bukan didorong kebutuhan organik, melainkan kepanikan. Konsumen dan korporasi kompak memborong perangkat lebih cepat dari biasanya karena satu kekhawatiran yang sama: harga komputer bakal meledak di 2026, seiring krisis chip memori yang kian nyata.

Logikanya sederhana. Para produsen chip global kini memprioritaskan produksi High Bandwidth Memory (HBM) untuk kebutuhan AI, yang permintaannya tumbuh jauh lebih cepat dari yang bisa dipenuhi kapasitas pabrik. Chip konvensional, yang selama ini jadi tulang punggung laptop dan desktop, praktis digeser ke antrian belakang. Akibatnya pasokan menipis, harga naik. Pabrikan perangkat elektronik terjepit antara dua pilihan sama pahitnya: naikkan harga jual, atau pertahankan harga tapi korbankan spesifikasi.

Faktor tarif dari pemerintahan Donald Trump di awal tahun ikut memperkeruh suasana. Belum lagi pengumuman berakhirnya dukungan teknis Windows 10, yang memaksa jutaan pengguna lama akhirnya upgrade. Tiga sentimen ini bak gayung bersambut, dan industri PC panen hasilnya.

Data IDC untuk kuartal IV 2025 mencatat pengapalan 76,4 juta unit, tumbuh 9,6% year-on-year. Lenovo masih menguasai pasar dengan pangsa 24,9% setelah membukukan pertumbuhan 14,5% YoY dan mengapalkan 70,8 juta unit sepanjang tahun. HP menyusul di posisi kedua dengan 57,5 juta unit dan pangsa 20,2%, pertumbuhan 8,4% YoY. Dell di posisi ketiga: 41,1 juta unit, pangsa 14,4%, tumbuh 5,2%.

Apple dan Asus sama-sama mencetak pertumbuhan dua digit. Apple mengantongi 9% pangsa pasar global dengan 25,6 juta unit terkapalkan, naik 11,1%. Asus di belakangnya dengan 20,5 juta unit dan pangsa 7,2%, melesat 13,4%.

Soal 2026, IDC tidak menutup-nutupi kekhawatirannya. Jean Philippe Bouchard, VP Riset IDC Worldwide Mobile Device Trackers, menyebut pasar PC kemungkinan akan sangat berbeda dalam 12 bulan mendatang mengingat situasi memori yang berkembang begitu cepat. Ia memperingatkan bahwa spesifikasi memori rata-rata PC bisa diturunkan demi menjaga cadangan pasokan yang ada, sementara tekanan harga sudah mulai diumumkan beberapa produsen. "Tahun mendatang tampaknya akan sangat fluktuatif," tegasnya.

Senada, Jitesh Ubrani, Manajer Riset di IDC Worldwide Mobile Device Trackers, menilai kelangkaan ini berpotensi membentuk ulang dinamika pasar selama dua tahun. Merek-merek besar seperti Lenovo, Apple, dan HP agaknya lebih siap bertahan karena punya skala dan alokasi memori yang lebih kuat. Justru merek regional dan vendor kecil yang paling rentan tergerus. Bisa jadi sebagian tidak bertahan.

Bagi konsumen, khususnya pengguna segmen DIY yang biasa merakit sendiri, pilihan tidak banyak: beli sekarang sebelum harga makin menggila, tunda pembelian, atau alihkan anggaran ke kebutuhan lain. Pertanyaannya, berapa lama jendela beli murah ini terbuka?

Paradoksnya, boom penjualan 2025 itu sendiri bisa mempercepat krisis. Masif. Semakin banyak unit terkapalkan, semakin cepat cadangan chip konvensional terkuras. Ibarat meminum air terakhir di sumur karena takut sumurnya kering besok.