JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Pajak Tahunan Alphard XE vs Alphard Biasa: Selisih...

Bisnis

Pajak Tahunan Alphard XE vs Alphard Biasa: Selisihnya Bisa Tembus Rp 12 Juta

Toyota Alphard kini punya varian termurah, XE, dengan NJKB mulai Rp 710 juta. Tapi seberapa jauh selisih pajak tahunannya dibanding varian G dan Hybrid yang tembus Rp 1 miliar ke atas?

Beda Pajak Toyota Alphard versi 'Murah' vs Alphard Biasa

Satu nama, empat varian, empat tagihan pajak yang berbeda. Itulah realita memiliki Toyota Alphard di Indonesia setelah hadirnya varian XE sebagai anggota termuda sekaligus termurah di keluarga MPV premium ini.

Dasar perbedaannya sederhana: Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) masing-masing tipe tidak sama, dan pajak dihitung dari sana. Acuannya adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat. Regulasi inilah yang menetapkan angka NJKB resmi untuk setiap varian Alphard yang beredar saat ini.

Varian XE bensin tercatat punya NJKB Rp 710 juta, dengan Dasar Pengenaan PKB sebesar Rp 745,5 juta. Pakai tarif PKB 2 persen yang berlaku di Jakarta untuk kendaraan pertama atas nama perorangan, PKB murninya Rp 14,91 juta. Tambahkan SWDKLLJ Rp 143 ribu, total pajak tahunan XE bensin: Rp 15,053 juta. Untuk XE Hybrid, NJKB naik ke Rp 767 juta dengan DP PKB Rp 805,35 juta, sehingga total kewajiban tahunannya berkisar Rp 16,25 juta.

Lompatan terjadi begitu masuk ke varian G. NJKB-nya Rp 1,247 miliar, DP PKB Rp 1,309 miliar lebih, dan PKB murni yang harus dibayar mencapai Rp 26,187 juta. Total pajak tahunan varian G: Rp 26,33 juta. Alphard Hybrid reguler bertengger di posisi teratas dengan NJKB Rp 1,309 miliar, DP PKB Rp 1,374 miliar, dan total kewajiban tahunan menyentuh Rp 27,632 juta.

Selisih antara XE bensin dan Hybrid reguler? Lebih dari Rp 12 juta per tahun. Bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.

Yang agaknya mengejutkan, jurang pajak yang menganga itu tidak mencerminkan perbedaan di balik kap mesin. Alphard Hybrid, baik XE maupun varian reguler, sama-sama mengandalkan mesin A25A-FXS dengan tenaga 190 PS pada 6.000 rpm dan torsi 236 Nm di rentang 4.300-4.500 rpm. Untuk varian bensin, kedua tipe memakai unit 2AR-FE bertenaga 182 PS dan torsi 235 Nm. Transmisi CVT dipakai oleh seluruh lini. Jadi secara performa, konsumen XE tidak mendapat potongan apa-apa.

Satu catatan penting: angka-angka di atas hanya berlaku untuk kendaraan yang terdaftar di Jakarta sebagai kepemilikan pertama. Di luar kondisi itu, tarif bisa berbeda, dan pajak progresif bisa mendongkrak angkanya lebih jauh lagi.

Bagi konsumen yang selama ini memandang Alphard sebagai barang langit, varian XE menawarkan jalan masuk yang sedikit lebih ramah di kantong, bukan hanya di harga beli, tapi juga di lembar pajak tahunan.