Kamis ini, 3 September 2026, BYD Motor Indonesia meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kompleks seluas 126 hektare itu dibangun dengan investasi sekitar Rp11,2 triliun, dengan kapasitas produksi dipatok 150.000 unit per tahun. Cukup untuk menggeser peta persaingan otomotif nasional, kalau semuanya berjalan sesuai rencana.
Angka penjualannya sudah bicara duluan. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesale BYD sepanjang Januari-Juli 2026 menyentuh 29.826 unit, naik 81,6% secara tahunan dari 16.427 unit di periode yang sama tahun lalu. Ritel? Tumbuh 72% ke 28.428 unit, dari 16.532 unit pada Januari-Juli 2025. Dan manajemen BYD mengklaim unit ke-100.000 siap diserahkan kepada konsumen Indonesia. Bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.
Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menyebut fasilitas Subang ini bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. "Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang BYD di Indonesia, kami telah menyelesaikan pembangunan fasilitas perakitan kendaraan energi baru di Kabupaten Subang, Jawa Barat, di area seluas 126 hektare," tulis Luther dalam undangan seremonial yang beredar di kalangan media. Kehadiran pabrik itu, tambahnya, diharapkan memperkuat ekosistem manufaktur otomotif nasional sekaligus menyerap tenaga kerja.
Tapi di sinilah gesekan mulai terasa. Kalangan pemasok lokal mendesak BYD, juga Vinfast yang mulai masuk pasar Indonesia, untuk sungguh-sungguh membangun rantai pasok yang berakar di dalam negeri, bukan sekadar mendirikan pabrik perakitan. Kekhawatiran yang menggantung selama ini: pabrikan EV asal Asia masuk dengan komponen impor yang mendominasi, sementara industri domestik cuma kebagian peran pinggiran.
Pola ini bukan tanpa preseden. Agaknya nasib industri komponen EV lokal akan mirip era awal merek-merek Jepang masuk, di mana kandungan lokal baru benar-benar tumbuh setelah ada tekanan regulasi yang konsisten selama bertahun-tahun. Pertanyaannya, apakah pemerintah punya cukup nyali untuk menekan komitmen serupa dari pemain Cina dan Vietnam?
Sepanjang ini, model yang sudah beredar di pasar meliputi Atto 1, Atto 3, Dolphin, Seal, Sealion 7, M6, dan M6 Dual Mode. Lineup yang lumayan lengkap untuk menyasar segmen kota hingga keluarga. Jaringan penjualan dan layanan purnajual pun terus diperluas ke daerah-daerah. Sinyal jelas bahwa BYD main jangka panjang.
Yang tersisa sekarang adalah menunggu: apakah setelah pita terpotong Kamis ini ada pengumuman konkret soal kandungan lokal, atau seremoni megah ini akan berlalu tanpa komitmen terukur buat industri dalam negeri. Setidaknya itu yang akan dicermati kalangan pemasok dalam beberapa pekan ke depan.