SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  OCBC NISP Bagikan Dividen Rp1,03 Triliun, Giliran...

Bisnis

OCBC NISP Bagikan Dividen Rp1,03 Triliun, Giliran BBRI Jumat Ini

PT Bank OCBC NISP Tbk resmi menetapkan dividen tunai Rp45 per saham atau total Rp1,03 triliun dari laba bersih 2025. BBRI dijadwalkan menggelar RUPST pada 10 April 2026.

Rp1,03 triliun. Angka itu yang resmi diketok PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) untuk dibagikan kepada pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).

Dividen ditetapkan Rp45 per saham, diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp5,06 triliun, tumbuh sekitar 4% dibanding tahun sebelumnya. Payout ratio-nya? Sekitar 20%. Bukan angka yang pelit, tapi jelas bukan pula yang paling royal di sektor perbankan.

Direktur Utama NISP Parwati Surjaudaja menyebut keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan keseimbangan antara imbal hasil bagi pemegang saham dan penguatan struktur permodalan. "Kami tetap menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan penguatan permodalan," ujar Parwati usai RUPST. Bagi perseroan yang sedang agresif membangun ekosistem konglomerasi keuangan OCBC Group di Indonesia, argumen itu masuk akal.

Sisa laba dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi usaha, ditambah penyisihan Rp1 miliar sebagai cadangan umum. Ekspansi yang dimaksud bukan sekadar retorika. RUPST turut menyetujui akuisisi mayoritas saham PT OCBC Sekuritas Indonesia serta pengambilalihan 20% saham PT Great Eastern Life Indonesia, disertai skema konversi saham demi meraih hak pengendalian. Dua langkah sekaligus. NISP jelas serius memperluas jejaknya di lini sekuritas dan asuransi jiwa, dua segmen yang selama ini bukan wilayah utama bank tersebut.

Soal buyback, RUPST juga memberi lampu hijau untuk pembelian kembali 438.000 saham atau sekitar 0,002% dari total modal disetor. Nilainya tidak melebihi Rp1 miliar dan ditujukan untuk program remunerasi variabel bagi direksi dan karyawan. Jadi lebih tepat dibaca sebagai insentif internal, bukan sinyal manajemen soal valuasi murah.

Pemegang saham yang berharap mendapat tanggal pasti pencairan dividen agaknya masih harus bersabar. Jadwal cum dividen, ex dividen, recording date, dan pembayaran baru akan diumumkan perseroan dalam waktu dekat.

Berikutnya, giliran bank pelat merah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dijadwalkan menggelar RUPST pada Jumat (10/4/2026), dan keputusan dividen jadi salah satu agenda yang paling ditunggu pasar. Basis laba BBRI jauh lebih jumbo ketimbang NISP, dan tradisi payout ratio bank ini historis cukup tinggi di kisaran 80-85%. Wajar kalau ekspektasi tidak kecil.

Dua bank, dua karakter. NISP lebih konservatif dalam distribusi laba demi mendanai ekspansi; BBRI biasanya lebih dermawan soal dividen. Bagi investor yang sedang memetakan ulang portofolio perbankan, pekan ini menyediakan bahan pertimbangan yang cukup padat.