Misteri terbesar di dunia kripto belum terpecahkan. Tapi The New York Times baru saja melempar nama baru ke tengah arena.
Laporan investigasi yang dirilis April 2026, dipimpin jurnalis senior John Carreyrou, secara eksplisit menyebut Adam Back sebagai sosok di balik pseudonim Satoshi Nakamoto. Bukan sekadar spekulasi warung kopi kripto. Ini NYT dengan reputasi yang dipertaruhkan.
Bukti yang dipaparkan Carreyrou bukan bukti kriptografis. Yang disodorkan adalah serangkaian kemiripan linguistik: gaya bahasa, pilihan diksi, hingga struktur kalimat antara tulisan Back dan dokumen-dokumen Nakamoto di forum daring lawas. Ditambah pola waktu aktivitas daring keduanya yang disebut berkorelasi cukup kuat untuk dianggap bukan kebetulan semata.
Siapa Adam Back? Kriptografer berusia 55 tahun ini kini memimpin Blockstream dan dikenal sebagai salah satu arsitek awal ekosistem kripto. Ia mengembangkan Hashcash pada akhir 1990-an, sistem proof-of-work yang kemudian jadi fondasi mekanisme penambangan Bitcoin. Kalau ada seseorang yang secara teknis mampu merancang Bitcoin dari nol, Back masuk daftar pendek itu.
Responnya cepat dan tegas. Lewat unggahan di platform X, Back mengakui keterlibatannya dalam riset privasi digital sejak awal 1990-an, sekaligus menutup rapat pintu spekulasi. "Saya bukan Satoshi Nakamoto," ujarnya. Blockstream pun ikut bersuara, menyebut kesimpulan laporan Carreyrou hanya bersandar pada interpretasi situasional dan spekulasi tanpa satu pun bukti kriptografis yang bisa diverifikasi.
Dan di sinilah masalahnya. Tanpa tanda tangan digital dari dompet Satoshi yang diketahui menyimpan sekitar satu juta BTC, klaim siapa pun soal identitas Nakamoto akan selalu bisa dibantah. Titik.
Nama Back kini bergabung dengan deretan panjang kandidat yang pernah dikaitkan dengan Nakamoto selama lebih dari satu dekade. Hal Finney yang sudah meninggal. Nick Szabo yang terus menyangkal. Peter Todd yang sempat disorot dokumenter HBO tahun lalu. Semua berakhir di tempat yang sama: tanpa konfirmasi definitif.
Sebagian komunitas kripto, agaknya, sudah tidak terlalu peduli siapa Satoshi sebenarnya. Argumennya sederhana: anonimitas sang pencipta justru fitur, bukan bug. Bila identitas aslinya terungkap, figur tersebut bisa jadi titik tekanan, target regulasi, atau simbol yang terlalu dominan bagi jaringan yang dirancang tanpa pemimpin tunggal.
Bitcoin tetap berjalan tanpa peduli siapa yang membuatnya. Entah itu Adam Back, entah bukan. Pasar tidak menunggu jawaban.