RABU, 7 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  NTBK ARA Dua Hari Beruntun: Rights Issue Rp500 M d...

Bisnis

NTBK ARA Dua Hari Beruntun: Rights Issue Rp500 M dan Mitra Batu Bara Panaskan Pasar

Saham PT Nusatama Berkah Tbk melejit auto reject atas dua hari berturut-turut setelah mengumumkan rights issue Rp500 miliar dan kabar masuknya mitra strategis Magma Capital di segmen perdagangan batu bara.

NTBK Rancang Rights Issue Rp500 Miliar untuk Ekspansi Manufaktur hingga EV

Dua hari bursa, dua kali ARA. Saham PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) menutup sesi 6 dan 7 Juli masing-masing dengan kenaikan 34% per hari, lalu bertengger di Rp90 per saham, eh, maaf, tanpa em dash: bertengger di Rp90 per saham, meroket 80% dari level Rp50 di penghujung pekan lalu. Nilai transaksi pada 7 Juli saja menembus Rp102 miliar. Angka yang tidak main-main.

Dua kabar datang hampir bersamaan. Pertama, rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) senilai hingga Rp500 miliar. Kedua, bisik-bisik di kalangan pelaku pasar soal masuknya mitra strategis ke salah satu anak usaha perseroan.

Soal rights issue, manajemen NTBK sudah merinci alokasinya cukup gamblang. Porsi terbesar, 40% atau sekitar Rp200 miliar, akan mengalir ke PT Pilar Pratama Dinamika, anak usaha yang bergerak di perdagangan alat berat dan suku cadang. "Tambahan modal tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas operasional," jelas manajemen NTBK dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/7/2026).

Sisanya disebar ke beberapa pos. Rp140 miliar, atau 28%, untuk ekspansi tahap II fasilitas assembling plant, mencakup pembelian lahan dan penambahan mesin. Rp80 miliar dialirkan guna mempercepat lini kendaraan listrik. Rp30 miliar untuk membangun fasilitas assembling plant tahap awal. Terakhir, Rp50 miliar disiapkan mengakuisisi perusahaan jasa pertambangan. Kalau dibaca keseluruhannya, NTBK sedang merangsek ke hulu, bukan sekadar berputar di manufaktur.

Nah, soal mitra strategis ini yang agaknya lebih menggelitik imajinasi pasar. Berdasarkan informasi beredar, salah satu anak usaha NTBK disebut telah menggandeng Magma Capital Resources Private Ltd. melalui PT MCR Bangun Persada untuk menggarap perdagangan mineral dan batu bara. Kerja sama ini juga mencakup penggunaan EV truck NTBK untuk angkutan dari lokasi tambang ke pelabuhan, sehingga lini kendaraan listrik perseroan bukan lagi divisi terpisah, melainkan langsung masuk rantai operasional batu bara. Potensi pasarnya disebut-sebut bisa menyentuh 500.000 metrik ton per bulan. Bukan kelas teri.

Pengamat pasar modal Abdurrahman Assegaf menilai kombinasi pendanaan publik dan mitra berjaringan luas adalah sinyal yang layak dicermati. "Kehadiran mitra strategis berpotensi memberikan nilai tambah, tidak hanya dari sisi pendanaan, tetapi juga melalui percepatan ekspansi usaha, pengembangan proyek, hingga peningkatan kapasitas operasional anak perusahaan," katanya.

Perlu dicatat, informasi soal kemitraan ini masih beredar di level pasar dan belum dikonfirmasi lewat keterbukaan informasi resmi ke bursa. Setidaknya itu yang terjadi sampai tulisan ini dibuat. Tapi pasar, seperti biasa, tidak terlalu gemar menunggu.

Kalau seluruh rangkaian aksi korporasi ini berjalan sesuai rencana, NTBK sedang membangun dua kaki pendanaan sekaligus: likuiditas dari rights issue dan potensi pendapatan operasional dari perdagangan komoditas. Pertanyaannya, apakah eksekusi di lapangan akan secepat harga sahamnya naik?