JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Nikkei Cetak 71.000, Reli AI Chip Perpanjang Pesta...

Finansial

Nikkei Cetak 71.000, Reli AI Chip Perpanjang Pesta di Tokyo

Indeks Nikkei 225 menembus level psikologis 71.000 untuk pertama kalinya, didorong kesepakatan gencatan senjata AS-Iran dan reli saham semikonduktor menyusul kolaborasi Apple-Intel.

Indeks Nikkei Jepang Tembus Level 71.000 untuk Pertama Kalinya Kamis (18/6)

Untuk kali pertama dalam sejarahnya, indeks Nikkei 225 menembus level psikologis 71.000 pada Kamis (18/6/2026), melonjak 1,88% ke posisi 71.219,45 setelah sempat menyentuh rekor intraday di 71.293,64. Dua katalis besar datang nyaris bersamaan dalam kurun kurang dari 24 jam, dan hasilnya bikin pasar Tokyo bergairah lebih dari yang sudah-sudah.

Pintu masuknya: kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Teks kesepakatan sementara yang dirilis keduanya langsung meredakan tensi geopolitik yang berbulan-bulan membebani sentimen pasar global. Investor banting setir ke mode risk-on, mengalirkan dana ke aset berisiko termasuk saham-saham Asia.

Pesta sesungguhnya baru dimulai keesokan harinya. Jumat (19/6/2026), Nikkei kembali naik 0,78% ke 71.608,95 di sesi pagi, bahkan sempat menyentuh rekor baru 71.952,99. Pemicunya: semalam Indeks Semikonduktor Philadelphia AS meledak 6,4%, dihajar euforia setelah Presiden Donald Trump mengumumkan Apple setuju bekerja sama dengan Intel untuk merancang dan memproduksi chip di Amerika Serikat. Saham Intel sendiri ditutup melesat 10,6% ke rekor tertingginya.

Efek domino ke saham-saham Jepang terkait AI terasa instan. Ibiden, salah satu pemasok Intel, naik hingga 5% di awal sesi. Furukawa Electric melesat 15%. Fujikura bahkan tidak sempat diperdagangkan karena order beli membanjir, setelah produsen kabel serat optik itu menaikkan proyeksi laba bersih tahunan dari 156 miliar yen menjadi 229 miliar yen. SoftBank Group dan Advantest masing-masing menguat 3,25% dan 4,19%.

"Investor tidak punya pilihan selain membeli saham terkait chip setelah reli tajam di pasar saham chip AS semalam," kata Kazuaki Shimada, kepala strategi di IwaiCosmo Securities.

Pada sesi Kamis, Socionext memimpin penguatan dengan lonjakan 9,19%, diikuti Screen Holdings yang naik 4,96%. Dari 225 konstituen Nikkei, 144 saham ditutup di zona hijau. Indeks Topix yang lebih luas juga terkerek 1,67% ke level 4.080,26.

Faktor lain yang turut bermain adalah hasil rapat Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga. Sikap hawkish The Fed mendorong dolar AS menguat, membuat yen melemah mendekati level terendahnya dalam hampir dua tahun. Kalau angka ini bisa dipercaya sebagai tolok ukur historis, yen kini mendekati ambang batas yang dulu sempat memicu intervensi langsung pemerintah Jepang di pasar valas. Sinyal yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Tapi ada yang mengganjal di balik reli ini. Wataru Akiyama dari Nomura Securities mengingatkan bahwa indeks kini berada sekitar 9% di atas rata-rata pergerakan 25 hari, sinyal pasar yang sudah terlalu panas. Shimada sendiri mengakui investor mulai was-was terhadap reli yang berlangsung terlalu cepat.

Buktinya, saham perbankan justru menjadi rem. Topix tercatat turun 0,24% di sesi Jumat. Mitsubishi UFJ Financial Group dan Mizuho Financial Group masing-masing terkoreksi hampir 3%, kontras dengan penguatan 2,44% yang dibukukan Mitsubishi UFJ sehari sebelumnya ketika ekspektasi suku bunga tinggi sempat mendongkrak sentimen sektor keuangan. Bak gayung bersambut yang tiba-tiba terlepas.

Bagi pasar Indonesia, volatilitas Nikkei ini bukan hal yang bisa dilewatkan begitu saja. IHSG punya korelasi dengan pergerakan bursa regional, dan capital flow yang bergerak keluar dari Jepang bisa berdampak ke emerging markets termasuk Indonesia. Eksposur korporasi lokal terhadap rantai pasok Jepang pun tidak nihil.

Satu variabel lagi yang menggantung: Trump sudah memperingatkan bahwa serangan bisa dilanjutkan jika Iran tidak mematuhi kesepakatan. Satu pernyataan yang meleset dari ekspektasi pasar, dan seluruh reli ini bisa berbalik arah lebih cepat dari yang dibayangkan.