Bursa Efek Indonesia dibuka kembali usai libur panjang, langsung disambut kalender dividen yang cukup padat. Pekan pertama Juni 2026 saja sudah memuat puluhan emiten yang memasuki masa cum dividen, dengan beberapa di antaranya menawarkan yield yang, jujur saja, jarang terlihat di kondisi normal.
Paling mencolok pekan ini: PT Asiaplast Industries Tbk (APLI). Perseroan membagikan dividen Rp 44 per saham dengan dividend yield 16,8 persen, cum dividen dijadwalkan 5 Juni 2026. Yield setinggi itu bukan angka yang lazim, dan agaknya akan menarik perhatian lebih dari sekadar investor rutin.
Satu tingkat di bawahnya, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menawarkan yield 15 persen dengan nilai dividen Rp 170 per saham, cum dividen pada 8 Juni 2026. Dua nama ini praktis menjadi magnet tersendiri dari daftar panjang jadwal dividen bulan ini.
Sebelum keduanya, sejumlah emiten besar sudah lebih dulu masuk giliran. Pada 2 Juni, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) membagikan Rp 180 per saham dengan yield 4,2 persen. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menetapkan dividen Rp 156,2 per saham dengan yield 5,2 persen. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), cum dividen di tanggal yang sama, membagikan Rp 468 per saham dengan yield 9,6 persen, bukan angka kecil untuk emiten semen.
Masih di 2 Juni, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) melempar yield 7,5 persen dengan dividen Rp 75 per saham. Bukan sorotan utama, tapi cukup untuk masuk watchlist investor dividen yang cermat.
Kamis, 4 Juni, giliran deretan emiten dengan yield kompetitif. PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) menawarkan 8,3 persen, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) di angka 8,2 persen. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tercatat 6,9 persen, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) di level 6,6 persen. Pilihan yang tidak main-main bagi investor yang sedang dalam mode dividend harvesting.
Di luar agenda dividen murni, aksi korporasi lain juga ramai. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mengeksekusi program buyback dengan nilai maksimal Rp 100 miliar, berlangsung 2 Juni hingga 2 September 2026. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) menjalankan buyback lebih besar, Rp 200 miliar, terjadwal sejak 25 Mei hingga 25 Agustus 2026. PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) menyiapkan dana buyback Rp 50 miliar mulai 26 Juni hingga 25 Juli 2026.
Data Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat total emiten dengan cum date antara 2 hingga 8 Juni mencapai puluhan, mencakup sektor perbankan, infrastruktur, energi, hingga barang konsumsi. Kalau ditotal sepanjang Juni, angkanya melampaui 100 emiten.
Momentum ini bertepatan dengan libur kenaikan kelas dan persiapan tahun ajaran baru. Bagi investor ritel yang juga orang tua, kucuran dividen bisa jadi sumber dana segar yang datang di waktu yang pas, tanpa harus melikuidasi portofolio inti. Entah kebetulan atau tidak, timing-nya cukup pas.
Yield tinggi seperti milik APLI dan MPMX memang menggoda. Tapi strategi dividend hunting yang baik tetap mensyaratkan satu langkah tambahan: memeriksa apakah dividen besar ini bersifat reguler atau satu kali, dan apakah harga saham sudah terlanjur naik mendahului cum date. Pasar biasanya sudah lebih dulu tahu.