SELASA, 20 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Motor Listrik Setahun Dipakai: Ini Komponen yang M...

Bisnis

Motor Listrik Setahun Dipakai: Ini Komponen yang Mulai Minta Diservis

Biaya operasional motor listrik memang lebih hemat, tapi bukan berarti bebas perawatan. Setelah 12 bulan pemakaian, sejumlah komponen mulai menunjukkan tanda-tanda keausan yang tak bisa diabaikan.

Kerusakan Umum pada Motor Listrik Setelah 1 Tahun Pemakaian

Satu tahun pertama pemakaian motor listrik memang terasa menyenangkan: minim servis, tagihan BBM nol, suara mesin nyaris tak terdengar. Tapi di bulan ke-12, kenyataan mulai mengetuk pintu.

Alfian, pemilik bengkel AD Service di Solo yang khusus menangani kendaraan listrik, mengatakan motor listrik yang baru dibeli umumnya belum memerlukan banyak perawatan di lima bulan pertama. "Kalau servis motor listrik, biasanya kalau pemakaian baru lima bulan itu jarang-jarang ada. Paling per satu tahun itu yang perlu diperhatikan, yang perlu diservis, penggantian part, ban," katanya. Setelah setahun berjalan, ceritanya berbeda. Ban, seal, dan komstir mulai masuk daftar komponen yang perlu dicermati.

Komstir kerap jadi biang keladi getaran di setang saat motor melaju. "Rata-rata itu sama di seal-nya. Kadang komstir, jadi dibuat jalan itu geter. Itu sering. Kalau di sepeda listrik itu sering," kata Alfian. Mudah dideteksi secara kasat rasa, tapi sering diabaikan karena motor masih bisa jalan.

Seal punya pola serupa. Aus perlahan, sampai kenyamanan berkendara ikut tergerus. Bukan masalah fatal, tapi kalau dibiarkan terlalu lama, biaya perbaikannya bisa membengkak.

Lalu ada baterai. Komponen paling mahal, sekaligus paling rentan salah kelola. Penurunan kapasitas setelah setahun pemakaian wajar dan tak terhindarkan, yang mempercepat kejatuhan itu justru kebiasaan pengguna sendiri: membiarkan daya benar-benar kosong sebelum diisi, atau terlalu sering mengandalkan fast charging padahal tidak mendesak. Alfian mengingatkan, fitur fast charging memang tersedia di banyak motor listrik modern, tapi penggunaan berulang tanpa jeda bisa memangkas usia baterai lebih cepat dari yang tertera di spesifikasi. Idealnya, isi daya ketika kapasitas menyentuh kisaran 20-30 persen, dan selalu gunakan charger bawaan resmi.

Apakah baterai perlu langsung diganti setelah setahun? Agaknya tidak perlu panik dulu. Yang dibutuhkan adalah pengecekan kesehatan baterai, bukan langsung merogoh kocek untuk penggantian.

Khusus motor listrik yang masih memakai baterai tipe Sealed Lead Acid (SLA), ada satu hal teknis yang sering luput dari perhatian pemilik: perbedaan tegangan antar sel. Baterai SLA tidak dilengkapi sistem balancer bawaan, sehingga setelah dipakai beberapa bulan, voltase tiap sel bisa melenceng satu sama lain. "Karena baterai SLA itu enggak ada balancernya. Jadi tegangannya bisa beda-beda. Ada yang masih 12 volt, ada yang sudah di bawah 11 volt, bahkan ada yang tinggal 10 volt," jelas Alfian. Ketimpangan voltase seperti ini tanda satu sel mulai drop lebih cepat dari yang lain.

"Kalau sudah begitu, per tujuh bulan sekali harus dirotasi dan dilakukan balancing ulang supaya voltagenya sama lagi," tegasnya. Bukan pilihan, ini keharusan. Motor listrik dengan sel baterai yang tegangannya tidak seimbang kehilangan tenaga perlahan, dan pemilik sering salah duga bahwa masalahnya ada di motor penggerak atau controller.

Motor listrik memang tetap lebih murah dirawat ketimbang motor bensin konvensional. Tapi "lebih murah" bukan berarti gratis. Perawatan berkala di titik yang tepat, ban, seal, komstir, baterai, jauh lebih hemat daripada menunggu salah satu komponen menyerah di pinggir jalan.