SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Mazda Rilis Kei Car Termurahnya, Harga Mulai Rp 15...

Bisnis

Mazda Rilis Kei Car Termurahnya, Harga Mulai Rp 151 Juta

Mazda memperbarui duo Scrum Van dan Scrum Wagon untuk pasar Jepang, dengan banderol mulai Rp 151 jutaan. Keduanya bukan produk asli Mazda, tapi lompatan fitur keselamatannya cukup bikin kepala menoleh.

Mazda Pasarkan Minivan dan Wagon Scrum Facelift - Gooto.com

Ketika pabrikan lain sibuk adu canggih soal baterai dan sistem otonom, Mazda justru memilih jalur lain: merilis kei car paling terjangkau dalam sejarah jajaran produknya. Scrum Van dan Scrum Wagon versi facelift kini resmi bisa dipesan di Jepang, dengan harga entry-level 1.354.100 yen, setara Rp 151 juta menggunakan kurs 1 yen = Rp 112.

Sejak awal perlu disebutkan, keduanya bukan produk yang lahir dari meja desain Hiroshima. Scrum Van adalah kembaran Suzuki Every, sedangkan Scrum Wagon berbagi platform dengan Nissan Clipper Van. Badge engineering, istilah yang sudah sangat familiar di segmen kei car Jepang, dan Mazda bukan satu-satunya yang bermain di sana. Masalah? Agaknya tidak, selama hasilnya fungsional dan harganya masuk akal.

Perubahan paling mencolok ada di fascia depan. Scrum Van versi komersial tampil lebih bersih dengan saluran udara bemper yang direvisi, sedangkan varian puncaknya, Buster, mendapat sentuhan garis krom di atas gril. Scrum Wagon yang ditujukan untuk penumpang tampil lebih genit: gril berpola honeycomb, lampu utama beraksyen smoked, bemper dengan bodykit sporty, plus velg alloy yang langsung membedakannya dari si Van yang masih setia dengan pelek kaleng berdop.

Masuk ke kabin, dominasi hitam memberikan kesan modern yang tidak berlebihan. Panel instrumen digital baru hadir bersama setir tiga palang, dan yang cukup mengejutkan untuk segmen ini: ada fitur pemanas setir. Kemewahan kecil yang biasanya hanya ditemukan di kendaraan dengan harga dua hingga tiga kali lipatnya. Justru yang absen adalah layar infotainment. Area tengah dasbor sengaja dikosongkan dengan panel plastik tebal, membiarkan konsumen bebas memasang head unit sesuai selera. Efisiensi biaya, atau fleksibilitas bagi pengguna, entah kebetulan atau tidak, keduanya sama-sama menguntungkan pembeli.

Dimensinya 3.395 mm. Kecil, memang. Tapi kapasitas angkut Scrum Wagon dengan bangku belakang terlipat rata tembus 1.123 liter, angka yang tidak main-main untuk kendaraan di kelasnya. Varian tertinggi juga dilengkapi pintu geser elektrik dengan footstep otomatis dan kaca berlapis pelindung UV.

Lompatan terbesar ada di sektor keselamatan. Dual Sensor Brake Support II kini jadi standar di semua varian, termasuk yang paling dasar sekalipun. Sistem ini diklaim lebih akurat mendeteksi potensi tabrakan di persimpangan. Tersedia pula pembaca rambu lalu lintas, pencegah keluar jalur, sensor parkir, hingga peringatan saat kendaraan di depan mulai bergerak. Untuk harga Rp 151 juta, paket keselamatan seperti ini, kalau data ini bisa dipercaya, cukup untuk bikin kompetitor garuk-garuk kepala.

Dapur pacunya sepenuhnya warisan Suzuki: mesin tiga silinder 660 cc dalam dua konfigurasi. Naturally aspirated 48 HP bisa dipadukan dengan manual 5-percepatan atau CVT baru, sementara versi turbo 63 HP hanya datang dengan CVT. Dua opsi penggerak tersedia, RWD atau 4WD, keleluasaan yang jarang ditemukan di segmen semurah ini.

Varian puncak Scrum Van Buster Turbo 4WD dibanderol 1.940.400 yen, sekitar Rp 213 juta. Scrum Wagon bermesin turbo ada di rentang 2.048.200 yen hingga 2.275.900 yen, setara Rp 229 juta sampai Rp 255 jutaan. Memang hanya untuk pasar Jepang saat ini. Tapi sebagai cermin betapa brutalnya persaingan di segmen kei car negeri itu, angka-angka tersebut sudah bicara cukup keras.