SELASA, 6 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Lo Kheng Hong Borong DILD, GJTL, dan SIMP Saat IHS...

Bisnis

Lo Kheng Hong Borong DILD, GJTL, dan SIMP Saat IHSG Loyo

Investor kawakan Lo Kheng Hong terus aktif belanja saham sepanjang 2026, mengincar tiga emiten sekaligus meski pasar sedang tidak bersahabat dan kinerja sebagian emitennya mencatatkan penurunan.

Saham Intiland (DILD) yang Diborong Lo Kheng Hong Sepanjang 2026

Sepanjang 2026, Lo Kheng Hong agaknya tidak tertarik ikut-ikutan panik. IHSG sedang loyo, tapi investor kawakan ini justru sibuk belanja, menambah posisi di tiga emiten berbeda: PT Intiland Development Tbk (DILD), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).

Yang paling mencolok adalah aksi borongnya di DILD. Intiland baru saja melaporkan laba bersih kuartal I/2026 yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp2,5 miliar, amblas 94,6% year on year dari Rp10,6 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan pun tergerus 3,3% YoY menjadi Rp619,8 miliar dari sebelumnya Rp640,8 miliar. Bukan laporan yang bikin investor biasa antusias. Lo Kheng Hong bukan investor biasa.

Pola ini familiar bagi siapa pun yang mengikuti gerak pria yang kerap dijuluki "Warren Buffett Indonesia" tersebut. Ia dikenal masuk justru saat orang lain keluar, berburu harga yang menurutnya tidak mencerminkan nilai sesungguhnya sebuah perusahaan. Kalkulasinya untuk DILD kali ini? Pasar yang akan menjawab.

Untuk GJTL, gerakannya lebih terukur. Berdasarkan data KSEI per 21 Mei 2026, Lo Kheng Hong menambah 912.400 lembar saham produsen ban itu, dari 234.918.500 menjadi 235.830.900 saham atau 6,77% dari sebelumnya 6,74%. Pada penutupan Jumat, 22 Mei 2026, GJTL ditutup menguat 1,72% ke Rp1.185 per saham, dengan nilai transaksi harian Rp5,5 miliar.

Cerita SIMP sedikit lebih berliku. Pada 14 April 2026, Lo Kheng Hong melepas total 8.189.500 saham SIMP dalam dua tahap: 1.377.000 lembar di harga Rp925 dan 6.812.500 lembar di harga Rp920 per saham, total nilai transaksi sekitar Rp7,54 miliar. Tujuannya, sesuai keterbukaan informasi, "merealisasikan keuntungan dengan status kepemilikan langsung." Tapi ia kembali masuk. Kini posisinya tercatat 793.640.400 saham atau 5,12%, meski harga belinya belum terungkap. Saham SIMP sendiri ditutup melesat 4,67% ke Rp560 pada Jumat lalu.

Tiga emiten, tiga sektor berbeda: properti, manufaktur ban, agribisnis. Ada benang merah yang biasanya menghubungkan pilihan Lo Kheng Hong, yakni valuasi murah relatif terhadap aset dan keyakinan bahwa pasar sedang salah harga. Bak gayung bersambut, momen IHSG tertekan justru jadi ladang belanjanya.

Bagi investor ritel yang selama ini menjadikan LKH sebagai sinyal masuk atau keluar, aksi ini tentu menggiurkan. Tapi horizon investasinya bisa jauh lebih panjang dari yang kebanyakan orang sanggup tahan, dan daya belinya jelas tidak sebanding. Ikut-ikutan tanpa riset sendiri adalah strategi yang berisiko, bahkan kalau yang diikuti seorang legenda sekalipun.