Penurunan harga BBM non-subsidi bulan ini bukan cuma urusan Pertamina. Setidaknya lima operator SPBU kompak memangkas harga produk unggulan mereka per Juli 2026, dengan potongan paling dalam terjadi di segmen diesel premium.
PT Pertamina Patra Niaga menurunkan tiga produk sekaligus. Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.300 per liter, turun Rp1.450 dari posisi Rp20.750 sebelumnya. Pertamina Dex anjlok Rp3.650 menjadi Rp21.150 per liter dari Rp24.800, sekitar 15 persen dalam satu bulan. Dexlite terkoreksi Rp3.300 ke level Rp19.700 per liter dari harga sebelumnya Rp23.000.
Shell Indonesia dan BP-AKR bergerak searah. Shell memangkas Shell V-Power Diesel dari Rp24.490 menjadi Rp21.340 per liter. BP-AKR ikut memotong BP Ultimate Diesel dari Rp25.060 ke angka yang persis sama: Rp21.340 per liter. Vivo Energy Indonesia menetapkan Vivo Diesel Primus di level identik, Rp21.340 per liter. Agaknya ada acuan bersama dalam penetapan harga diesel premium kali ini.
Segmen bensin? Ceritanya berbeda. Pertamax RON 92 tidak bergerak sejak Juni, bertahan di Rp16.250 per liter. Pertamax Green 95 terpatok Rp17.000 per liter sejak penyesuaian 10 Juni lalu. Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ bahkan belum memiliki daftar harga terbaru yang dipublikasikan. BBM bersubsidi juga steril dari perubahan: Pertalite tetap Rp10.000 per liter, Biosolar Rp6.800.
Langkah ini sempat diwarnai informasi keliru yang beredar di media sosial. Sebuah unggahan Facebook mengklaim harga Pertamax turun ke Rp12.800 per liter. Jauh panggang dari api. Tim pemeriksa fakta Mafindo sudah mengklarifikasi bahwa tidak ada satu pun wilayah di Indonesia yang menetapkan harga Pertamax serendah itu. Di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, harga Pertamax justru tetap di Rp16.250 per liter.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, usai rapat koordinasi di gedung Kemenko Perekonomian, berharap penurunan harga BBM bisa membantu menekan laju inflasi. "BBM kan jenis bensin di Juli diturunkan harganya. Mudah-mudahan akan berpengaruh juga untuk menurunkan inflasi," ujarnya. Inflasi tahunan Juni 2026 tercatat 3,34 persen, masih di bawah batas atas target nasional 3,5 persen. Terkendali, tapi tekanannya nyata.
Inflasi Juni naik terutama karena tarif angkutan udara yang melonjak selama musim liburan sekolah, ditambah kenaikan harga bawang putih, minyak goreng, dan beras di beberapa daerah. Tito menyebut daerah-daerah di Indonesia Timur dan Aceh sebagai yang paling merasakan tekanan inflasi. Solusinya: tambah pasokan, dan atasi hambatan distribusi akibat gelombang laut dengan menggunakan kapal yang lebih besar.
Pertanyaannya kini, apakah potongan harga di level SPBU premium cukup untuk menggerakkan jarum inflasi? Segmen Pertamax Turbo dan Dex Series bukan konsumsi mayoritas warga Indonesia. Kalau data konsumsi ini bisa jadi pegangan, selama Pertamax dan Pertalite belum bergerak, dampak ke indeks harga konsumen kemungkinan masih terbatas.