Kantor cabang perbankan nasional praktis tutup sepanjang 27-28 Mei 2026, menyusul penetapan Iduladha 1447 H sebagai hari libur nasional dan cuti bersama berdasarkan SKB Tiga Menteri. Bagi pelaku usaha yang mengandalkan kliring atau transfer antarbank lewat mekanisme SKNBI dan BI-RTGS, situasi ini perlu diantisipasi jauh-jauh hari karena setelmen baru berjalan kembali di hari kerja berikutnya.
Rangkaian liburnya tidak singkat. Setelah hari raya dan cuti bersama pada 27-28 Mei, langsung tersambung akhir pekan 30-31 Mei, lalu Senin 1 Juni kembali libur karena Hari Lahir Pancasila. Satu-satunya celah operasional normal yang tersisa: Jumat 29 Mei. Setelah itu, jeda panjang berlanjut. Baru Selasa 2 Juni 2026 seluruh layanan perbankan kembali berjalan penuh.
Di celah itu, beberapa bank memilih tetap buka. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyiagakan 15 outlet pada Sabtu, 30 Mei 2026, jam pelayanan pukul 10.00 hingga 12.00 waktu setempat. Layanannya tidak lengkap, tapi menyentuh kebutuhan yang cukup krusial: setoran BBM Pertamina, setoran Bulog, setor dan tarik tunai, serta pemindahbukuan antarrekening BNI. "BNI berupaya memastikan kebutuhan transaksi nasabah tetap terpenuhi selama periode libur Hari Raya Idul Adha melalui layanan operasional terbatas dan kanal digital yang tersedia 24 jam," kata Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam keterangannya. Lima belas outlet itu tersebar dari KC Universitas Sumatera Utara, KC Batam, KC Pekanbaru, dan KC Padang di Sumatra, hingga KC Rawamangun, KC Karawang, KC Graha Pangeran Surabaya, dan KC Malang di Jawa.
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengambil jalur sedikit berbeda. Cabang BCA kembali normal di Jumat 29 Mei, weekend banking dibuka Sabtu 30 Mei, tutup Minggu 31 Mei, tutup lagi Senin 1 Juni, baru normal penuh Selasa 2 Juni. Nasabah yang butuh setor atau tarik tunai di luar jadwal itu masih bisa memanfaatkan fitur cardless di myBCA dan BCA mobile tanpa kartu ATM. Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyebut perseroan berupaya menjaga kenyamanan transaksi nasabah selama libur panjang ini.
Bank Rakyat Indonesia diperkirakan menerapkan pola serupa, dengan operasional terbatas di sejumlah cabang umumnya pukul 08.00-15.00 untuk layanan dasar: pembukaan rekening, setor-tarik tunai, penggantian kartu debit, hingga pengaduan nasabah. Valuta asing, SKNBI, dan RTGS biasanya tidak tersedia dalam kondisi ini. Bank Mandiri menutup sebagian cabang selama 27-28 Mei, sementara layanan digital Livin' by Mandiri tetap aktif penuh.
Satu hal yang patut dicermati: BI-FAST tetap beroperasi 24 jam tanpa jeda, artinya transfer real-time antarbank masih bisa dilakukan kapan saja. Mobile banking, internet banking, dan ATM seluruh bank besar juga tidak ikut libur. Untuk kebutuhan individu sehari-hari, agaknya tidak ada hambatan berarti.
Lain ceritanya bagi pelaku usaha. Kewajiban pembayaran vendor, pencairan dana proyek, atau transaksi bisnis bertenggat waktu di akhir Mei bisa kena tampar habis-habisan kalau kliring nasional tiba-tiba berhenti beberapa hari. Bottleneck arus kas semacam ini bukan barang baru, tapi tiap tahun tetap ada yang kecolongan. Pertanyaannya sederhana: sudah siap atau belum?