Empat tahun absen dari pasar ponsel gaming, Lenovo akhirnya angkat bicara.
Lini Legion, yang sempat punya penggemar setia di kalangan gamer mobile, akan kembali lewat Lenovo Legion Y70. Jadwalnya: 19 Mei 2026 di China. Bukan peluncuran biasa, spesifikasi yang bocor justru menunjukkan Lenovo tidak mau setengah-setengah setelah sekian lama vakum.
Senjata utamanya adalah chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5, salah satu prosesor paling kencang di kelas smartphone saat ini. Untuk menopang performa itu, Lenovo menyematkan sistem pendingin tiga lapis yang mengombinasikan vapor chamber seluas 5.500 mm², pendingin berbasis logam cair, dan gel termal. Serius.
Layarnya datar, 6,8 inci, resolusi 2K, refresh rate 144Hz. Di sektor baterai, kapasitas 8.000mAh dengan pengisian cepat 90W agaknya cukup menjawab keluhan lama pengguna ponsel gaming soal daya tahan. Lenovo bahkan mengklaim baterai ini mampu mempertahankan lebih dari 80 persen kapasitasnya setelah beberapa tahun pemakaian, klaim yang tentu masih perlu dibuktikan di lapangan. Desain mempertahankan DNA Legion: kaca bertekstur di belakang, rangka aluminium, tersedia dalam warna hitam dan perak.
Pada tanggal yang sama, Lenovo kemungkinan juga memperkenalkan tablet, laptop, dan perangkat lipat terbaru dalam satu event.
Bicara tablet, medan pertempuran di segmen compact sudah lebih dulu memanas.
Lenovo Legion Y700 Gen 5 masuk sebagai salah satu kontestan paling agresif. Tablet 8,8 inci ini mengusung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan klaim skor AnTuTu 4,5 juta poin dalam materi promosi resminya, meski pengujian independen menunjukkan angka realistis di kisaran 3,9 hingga 4,1 juta poin. Refresh rate 165Hz, RAM hingga 24GB, penyimpanan sampai 1TB, dua port USB-C termasuk USB 3.2 Gen2 dengan DisplayPort 1.4, plus slot microSD yang jarang ditemukan di tablet gaming, dan baterai 9.000mAh dengan fast charging 68W. Berjalan di Android 16.
Pesaingnya tidak kalah buas. Redmi K Pad 2, yang diperkenalkan 21 April lalu, mengandalkan MediaTek Dimensity 9500 fabrikasi 3nm dengan sistem pendingin vapor chamber 15.300 mm² dan baterai terbesar di kelas ini: 9.100mAh. Speaker stereo bertuning Bose dan motor getar linear ganda jadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan. Oppo Pad Mini memilih jalur berbeda, layar AMOLED 8,8 inci 144Hz dengan kecerahan 1.600 nits, kombinasi yang membuatnya lebih nyaman untuk konsumsi konten dibanding rival.
Lalu Huawei MatePad Mini, yang datang dari sudut paling tidak terduga. Tipis 5,1mm, bobot 255 gram, panel Flexible OLED PaperMatte dengan kecerahan 1.800 nits, dan kamera utama 50MP yang tergolong tidak lazim untuk tablet sekecil ini. Baterainya 6.400mAh dengan fast charging 66W, bukan yang terbesar di kelas, tapi desainnya bak kartu as di lengan baju.
Lalu ada iPad Mini 6, yang masih diburu meski produksinya dihentikan sejak akhir 2024. Chip A15 Bionic, yang dulu juga mengisi iPhone 13, ternyata masih cukup tangguh untuk menjalankan iPadOS 26 dengan lancar. Layar Liquid Retina 8,3 inci dengan bodi yang nyaman digenggam satu tangan tetap jadi proposisi yang sulit ditandingi dari sisi portabilitas premium. Di pasar saat ini, varian Wi-Fi 64GB beredar di kisaran Rp6,7 juta hingga Rp9 juta.
Pertanyaannya sederhana: apakah comeback Lenovo Legion Y70 cukup untuk menggoyang ekosistem yang sudah terbentuk, atau sekadar memperpanjang nostalgia?