KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  LAJU Tebar Dividen Rp320 Juta, Sekaligus Minta Res...

Finansial

LAJU Tebar Dividen Rp320 Juta, Sekaligus Minta Restu Gadaikan Lebih dari 50% Aset

PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) menetapkan dividen tunai Rp319,91 juta dari laba bersih 2025 yang melonjak 181%, sekaligus berencana meminta restu pemegang saham untuk menjaminkan lebih dari separuh aset perusahaan.

Jasa Berdikari (LAJU) Tebar Dividen, Cek Jadwalnya - Halaman all

Laba bersih PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) sepanjang 2025 melonjak 181,05% secara tahunan menjadi Rp5,34 miliar, membalik rugi yang sempat diderita perusahaan logistik ini di tahun sebelumnya. Dari angka itu, sebagian kecil diputuskan dibagikan ke pemegang saham: Rp319,91 juta, atau setara Rp0,1488 per saham, sebagai dividen tunai lewat RUPST yang digelar 9 Juni 2026.

Rasio pembayaran itu hanya 5,99% dari laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk. Sisa laba dialihkan untuk operasional dan ekspansi. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat Rp35,2 miliar, dengan total ekuitas Rp134,2 miliar.

Bagi investor yang ingin kebagian, waktunya mepet. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh 18 Juni 2026, recording date 22 Juni 2026, dan dividen baru masuk rekening 9 Juli 2026. Dengan harga saham LAJU di Rp59, yield yang ditawarkan hanya 0,25%. Tipis, jujur saja.

Yang justru lebih menarik dicermati: agenda RUPSLB yang dijadwalkan 30 Juni 2026. Manajemen akan meminta persetujuan pemegang saham untuk mengalihkan, melepaskan hak, atau menjadikan aset perseroan sebagai jaminan utang senilai lebih dari 50% dari total kekayaan perusahaan. Bukan permintaan kecil untuk emiten seukuran ini.

Hingga kuartal I-2026, total aset LAJU tercatat Rp241,93 miliar, artinya aset yang berpotensi dijaminkan bisa melampaui Rp120 miliar. Liabilitas perseroan sendiri sudah berdiri di Rp106,28 miliar. Dalam keterangan resmi, langkah ini disebut bagian dari skema fasilitas keuangan, termasuk kemungkinan refinancing.

Rp120 miliar lebih. Angka yang tidak bisa dianggap enteng.

Dari sisi kinerja, kuartal I-2026 mencatat pendapatan Rp48,29 miliar, turun dari Rp52,6 miliar di periode yang sama 2025. Tekanan di top line nyata. Tapi perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp1,43 miliar, berbalik dari rugi Rp1,99 miliar setahun sebelumnya. Pertanyaannya, berapa lama perbaikan profitabilitas ini bisa bertahan kalau pendapatan terus tergerus?

Di sisi manajemen, RUPS juga mengesahkan pergantian direktur: Antonius Edison Siregar resmi digantikan Deny, berlaku bersamaan dengan penetapan agenda dividen.

Saham LAJU pada perdagangan 12 Juni 2026 ditutup menguat 5,36% ke Rp59. Tapi secara year to date, sahamnya masih amblas 23,38%. Pasar agaknya sedang menimbang dua hal sekaligus: kabar dividen yang tipis imbal hasilnya, dan rencana penjaminan aset yang skalanya cukup besar untuk kantong emiten sekelas ini.