RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Kopi Kenangan Lirik Bursa, IPO Rp17,89 Triliun Mas...

Bisnis

Kopi Kenangan Lirik Bursa, IPO Rp17,89 Triliun Masih Jadi Opsi

Kopi Kenangan tengah menjajaki IPO senilai hingga US$1 miliar atau sekitar Rp17,89 triliun, dengan Singapura sebagai salah satu bursa yang dipertimbangkan. Rencana ini masih tahap awal, tapi angka-angka kinerja 2025 yang dirilis manajemen sudah cukup bikin investor melirik.

Kopi Kenangan Mau IPO, Incar Rp17,89 Triliun

Pendapatan bersih naik 45% jadi US$184 juta, laba bersih US$17 juta, dan lebih dari 1.300 gerai tersebar di enam negara. Angka yang cukup meyakinkan untuk mulai ngetuk pintu bursa.

PT Bumi Berkah Boga, perusahaan induk di balik merek Kopi Kenangan, dikabarkan tengah berdiskusi dengan sejumlah bank investasi untuk menjajaki kemungkinan penawaran umum perdana yang bisa bernilai hingga US$1 miliar atau sekitar Rp17,89 triliun. Kabar ini pertama kali dilaporkan The Wall Street Journal berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui proses tersebut secara langsung. Belum ada bank yang secara resmi ditunjuk untuk menangani transaksi tersebut.

Singapura disebut sebagai salah satu lokasi pencatatan yang sedang dipertimbangkan. Bukan tanpa alasan. Negeri Merlion memberi akses ke basis investor institusional internasional yang jauh lebih luas, sekaligus, menurut Bloomberg Technoz, punya daya beli masyarakat yang kuat dan posisi sebagai pusat keuangan regional yang agaknya sulit diabaikan.

Manajemen tidak membantah, tapi juga tidak mengonfirmasi. Junxian Li, Wakil Presiden Keuangan dan Pengembangan Perusahaan Kopi Kenangan, menyatakan bahwa perusahaan secara rutin mengevaluasi opsi strategis dan pembiayaan untuk mendukung ekspansi sekaligus memberi peluang monetisasi bagi pemegang saham. "Ini termasuk dialog rutin dengan lembaga keuangan, investor, dan penasihat, yang merupakan bagian normal dari menjalankan bisnis pada tahap kami," kata Li, dikutip dari The Wall Street Journal. Soal waktu, lokasi, maupun valuasi IPO, belum ada keputusan.

Didirikan tahun 2017, Kopi Kenangan kini beroperasi di Indonesia, Singapura, Malaysia, India, dan Australia. Target 2026 lumayan agresif: menambah sekitar 550 gerai menjadi total 1.848 gerai, sambil mendorong pendapatan naik ke US$265 juta. Yang lebih menarik, EBITDA diproyeksikan melonjak dari US$18 juta pada 2024 menjadi US$69 juta pada 2026, dengan margin EBITDA ditargetkan 26%. Kalau angka ini terealisasi, itu sinyal bahwa perusahaan mulai menikmati efisiensi skala ekonomi setelah bertahun-tahun membakar modal untuk ekspansi.

Semua biji kopi yang digunakan Kopi Kenangan bersumber dari Indonesia. Diferensiasi yang terasa strategis, tapi mengandung risiko tersendiri. Harga robusta global masih bertengger jauh di atas rata-rata historisnya: sepanjang 2025, rata-ratanya menyentuh US$4,86 per kilogram, naik hampir dua kali lipat dibanding US$2,63 per kilogram pada 2023. Memasuki semester II-2026 harga mulai melandai ke US$3,85 per kilogram, tapi tetap bukan level yang nyaman buat perusahaan dengan margin tipis.

Di sisi ekspansi fisik, Corporate Affairs Senior Manager Ruth Davina menyebut perusahaan berkomitmen merealisasikan penambahan 300-400 gerai baru sepanjang tahun ini, sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi di industri ritel kopi yang persaingannya makin sengit.

Pasar kopi ritel global sendiri tidak main-main. Nilainya mencapai US$121,4 miliar pada 2024, diperkirakan tumbuh ke US$176,65 miliar pada 2032 dengan CAGR 4,8%. Indonesia memimpin di kawasan Asia Tenggara dengan nilai pasar sekitar US$3,51 miliar, diikuti Thailand (US$2,25 miliar) dan Vietnam (US$1,34 miliar). Urbanisasi, kenaikan pendapatan, dan kuatnya cafe culture di kalangan milenial serta Gen Z jadi bahan bakar utama pertumbuhan ini.

Kopi Kenangan bukan yang pertama melirik bursa di segmen ini. PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) sudah lebih dulu listing di Bursa Efek Indonesia sejak April 2024, dengan harga perdana Rp188 per saham. Per 21 Juli 2026, harga FORE berada di Rp630, naik 235% dari harga IPO. Bukan angka kecil. Dan ini persis narasi yang ingin dijual Kopi Kenangan kepada calon investor.

Tapi investor yang cermat tahu bahwa pertumbuhan jumlah gerai dan proyeksi laba hanyalah satu sisi cerita. Same-store sales growth, arus kas operasional, kebutuhan capex, dan kemampuan menaikkan harga tanpa kehilangan pelanggan adalah indikator yang belum sepenuhnya diungkap ke publik. Ditambah tekanan nilai tukar rupiah yang diperkirakan melemah ke kisaran Rp18.000-Rp18.150 per dolar AS pada puncaknya di kuartal III-2026. Kalau data ini bisa dipercaya, ada hitungan yang mungkin perlu direvisi sebelum bel IPO benar-benar berbunyi.

Sejak 2019, Kopi Kenangan sudah menarik investor selebriti sekelas Serena Williams dan Jay-Z. Pertanyaannya sekarang: apakah investor publik akan seantusias itu ketika prospektus resminya akhirnya terbit?