MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Jaecoo Tinggal 40.000 Unit dari Target Global, J5...

Bisnis

Jaecoo Tinggal 40.000 Unit dari Target Global, J5 EV Sumbang 13.000 Unit dalam Lima Bulan

Pendatang baru di bawah payung Chery Group ini membukukan rata-rata 3.000 pemesanan J5 EV per bulan, menjadikan Indonesia salah satu kontributor signifikan dalam target global sejuta unit.

Tiga tahun, satu juta unit. Target itu bukan sekadar slogan, eh, bukan sekadar pajangan di brosur. Jaecoo kini tinggal 40.000 unit lagi dari pencapaian tersebut secara global, dengan akumulasi pengiriman yang sudah menyentuh 960.000 unit.

PT Jaecoo Indonesia, anak merek Chery Group yang baru genap setahun beroperasi di Tanah Air, mencatat penjualan J5 EV sebanyak 13.000 unit hanya dalam lima bulan sejak peluncuran. Rata-rata 3.000 unit per bulan untuk satu model. Angka yang, jujur saja, cukup mengejutkan untuk merek yang belum punya warisan nama di pasar domestik.

Bukan main.

Head of Marketing Jaecoo Indonesia Mohamad Ilham Pratama menyebut performa J5 EV menjadi catatan khusus bagi prinsipal global, sebagai bukti bahwa konsumen Indonesia mulai serius menghitung biaya mobilitas harian mereka. Preferensi pasar, kata Ilham, kini tidak lagi seragam: pilihan mencakup kendaraan konvensional berbahan bakar minyak, plug-in hybrid, hingga listrik murni. "Konsumen melihat kendaraan ini sangat mengakomodir aktivitas mobilitas mereka sehari-hari," ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Lonjakan permintaan ini agaknya tidak lepas dari kegelisahan konsumen terhadap harga energi yang terus merangkak. Kalkulasinya sederhana: biaya pengisian daya listrik untuk jarak yang sama jauh lebih murah dibanding mengisi tangki bensin. J5 EV diposisikan sebagai pilihan utama penggunaan dalam kota, di mana running cost menjadi penentu keputusan beli.

Tapi Jaecoo tidak menaruh semua taruhannya di satu keranjang. Bagi konsumen yang kerap bepergian jarak jauh dan masih waswas soal infrastruktur pengisian, ada J7 PHEV dan J8 PHEV yang dijuluki SIS. Sistem ini menggabungkan mesin konvensional dengan motor listrik dan baterai berkapasitas besar yang bisa diisi dari soket eksternal. Hasilnya cukup mencolok: J7 PHEV sanggup menempuh hingga 1.370 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki penuh, sedangkan J8 PHEV menembus 1.610 kilometer. Sebagai pembanding, mobil bensin kelas menengah rata-rata hanya mampu 500 hingga 700 kilometer per tangki penuh.

Selisih yang sulit diabaikan begitu saja oleh konsumen yang cermat. Ibarat pedang bermata dua bagi pemain ICE murni: konsumen semakin punya alasan kalkulatif untuk melirik kamp sebelah.

Dari sisi tampilan, Jaecoo membawa estetika kendaraan penjelajah klasik bergaya Inggris, dengan ground clearance 200 mm yang cukup layak untuk medan-medan Indonesia yang tidak selalu ramah aspal. Premium di luar, fungsional di dalam.

Menjelang akhir tahun, manajemen mengisyaratkan penambahan model NEV baru untuk memperkuat portofolio domestik. Apakah ekspansi itu cukup untuk mengukuhkan posisi Jaecoo di segmen yang kian sesak oleh pemain China lainnya, itu pertanyaan yang jawabannya baru akan terlihat di showroom.