Enam belas ribu unit. Bukan angka tahunan, bukan pula target yang baru separuh jalan. Itu total pengiriman Jaecoo J5 EV ke tangan konsumen Indonesia hanya dalam hitungan bulan sejak mobil ini dipasarkan. Dalam periode Januari hingga April 2026, PT Jaecoo Indonesia membukukan retail sales 10.587 unit dan wholesales 11.006 unit, cukup untuk mengunci posisi J5 sebagai SUV listrik terlaris di Indonesia sepanjang empat bulan pertama tahun ini.
Pencapaian itu agaknya bukan kebetulan. Di segmen SUV listrik harga Rp 279,9 juta untuk varian Standard dan Rp 309,9 juta untuk varian Premium, J5 nyaris tak punya pesaing sebanding. Jarak tempuh 461 km berdasarkan pengujian NEDC dan baterai 60,9 kWh jadi daya tarik utama, terutama bagi konsumen yang mulai lelah dengan anxiety jarak pada kendaraan listrik generasi sebelumnya.
Tapi ada satu pertanyaan yang selama ini menggantung di kepala para calon pembeli, dan pekan lalu Jaecoo akhirnya blak-blakan menjawabnya: berapa ongkos kalau baterai harus diganti? Tidak murah. "Sama pemasangan, di atas Rp 150 juta. Rp 170-an juta," ungkap Head of Marketing Jaecoo Indonesia Mohamad Ilham Pratama. Untuk mobil seharga Rp 279,9 juta, artinya biaya baterai saja sudah memakan lebih dari separuh nilai unitnya. Angka yang patut dicermati, terutama bagi yang berencana menyambar unit bekas.
Soal unit bekas ini, ada detail penting yang kerap luput dari perhatian. Garansi baterai J5 memang panjang, delapan tahun atau 160.000 km, tapi secara teknis terikat pada pembeli pertama yang terdaftar. Mobil berpindah tangan, garansi atas nama pemilik lama otomatis hangus. Ilham menjelaskan bahwa pemilik baru tetap bisa menikmati proteksi tersebut dengan mengajukan permohonan ke diler untuk registrasi ulang dan kalkulasi ulang sisa masa garansi. Proses penggantian baterai sendiri, kalau memang diperlukan dalam masa garansi, diklaim bisa kelar satu hingga dua hari termasuk pengurusan dokumen.
Untuk lini hybrid, angkanya sedikit berbeda. Jaecoo J7 SHS-P yang dijual Rp 509,9 juta dipatok biaya baterai sekitar Rp 106 juta. Jaecoo J8 SHS-P ARDIS seharga Rp 828 juta? Rp 160 juta untuk komponen yang sama. Kedua model PHEV ini mengusung teknologi Super Hybrid System yang kemampuannya sudah dibuktikan di jalan: J7 pernah menuntaskan rute Jakarta-Bali sejauh 1.377 km, sedangkan J8 memecahkan rekor MURI sebagai mobil PHEV dengan jarak tempuh terjauh, 1.660 km dalam satu kali pengisian daya dan bahan bakar. Bak dua sisi koin yang sama.
35 diler kini beroperasi, dengan target ekspansi hingga 80 sebelum tutup tahun 2026. Di sela acara Jaecoo Weekend Drive di kawasan Pantai Indah Kapuk pekan lalu, Business Unit Director Jaecoo Indonesia Jim Ma menegaskan bahwa pengalaman kepemilikan menyeluruh, bukan sekadar transaksi jual beli, jadi prioritas perusahaan. Setidaknya itu klaim manajemen.
Pertanyaannya sekarang sederhana: dengan biaya ganti baterai yang setara cicilan KPR beberapa bulan, seberapa jauh konsumen Indonesia berani taruhan pada kendaraan listrik yang baru dua tahun hadir di pasar?