Bara itu akhirnya menyala.
Hubungan antara Israel dan Uni Eropa memang sudah lama berjalan di atas es tipis, digerus perang Gaza yang berkepanjangan, percepatan pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat, dan serangan ke Lebanon. Kini ketegangan itu menemukan bentuknya yang paling keras: Israel secara resmi memutuskan kontak dengan kepala kebijakan luar negeri EU, langkah yang bagi sebagian pengamat terasa berlebihan, tapi bagi Tel Aviv agaknya sudah lama tertunda.
Bukan keputusan yang datang dari ruang hampa. EU sendiri selama ini menghadapi tuduhan standar ganda, dianggap lunak terhadap Israel atas genosida di Gaza, sementara di saat bersamaan memberlakukan 21 putaran sanksi terhadap Rusia. Ketidakkonsistenan itu, kalau data ini bisa dipercaya sebagai cerminan kebijakan riil Brussel, justru memperkuat narasi pemerintah sayap kanan Israel bahwa tekanan dari Eropa tidak lebih dari retorika.