KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  IPO PRDL: Prodia Diagnostic Incar Rp 62,75 Miliar,...

Finansial

IPO PRDL: Prodia Diagnostic Incar Rp 62,75 Miliar, Catat 9 Juli

PT Prodia Diagnostic Line Tbk berencana melantai di BEI pada 9 Juli 2026 dengan melepas 30% saham baru, mengincar dana segar hingga Rp 62,75 miliar untuk melunasi utang bank dan ekspansi kapasitas.

Prodia Diagnostic Mau IPO, Incar Dana Rp 62 Miliar

Sebanyak 522,9 juta lembar saham baru siap ditawarkan ke publik, dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) berharap aksi korporasi ini bisa mengisi kas perseroan hingga Rp 62,75 miliar. Bookbuilding sudah dibuka sejak 18 Juni 2026, rentang harga penawaran Rp 100 hingga Rp 120 per saham.

Saham yang dilepas setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Bukan angka yang kecil buat emiten baru, dan pasar kini menunggu apakah appetite investor cukup untuk menyerap seluruh porsi itu di kisaran harga yang ditawarkan.

Jadwal lengkapnya sudah terpampang di prospektus: masa penawaran umum berlangsung 1-7 Juli, pencatatan resmi di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan 9 Juli 2026. PT Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi. Perseroan juga menyiapkan program Employee Stock Allocation (ESA) dengan alokasi hingga 36,6 juta saham, setara 7% dari total saham yang ditawarkan dalam IPO.

Lalu dana Rp 62,75 miliar itu mau dipakai untuk apa? Porsi terbesar, sekitar Rp 35,66 miliar, langsung diarahkan untuk melunasi pokok fasilitas kredit ke PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Pan Indonesia Tbk. Agaknya manajemen ingin beres dulu soal utang sebelum berpikir ekspansi lebih jauh. Sekitar 28,92% dari dana IPO dialokasikan untuk belanja modal, mencakup pembelian mesin dan peralatan kalibrasi, kendaraan, system software, relayout area produksi, hingga penambahan AHU Lab Biomolekuler. Sisanya, 8,51%, mengalir ke modal kerja: pembelian bahan baku, biaya product development, dan selling and marketing.

Struktur penggunaan dana seperti ini lazim di IPO perusahaan menengah. Separuh lebih buat bayar utang, sisanya baru untuk tumbuh. Bukan berarti buruk, tapi investor ritel perlu cermat membaca apakah profil pertumbuhan organik PRDL cukup menarik setelah beban utang berkurang. Pertanyaannya, berapa cepat kas bersih hasil IPO ini benar-benar bekerja?

Deretan risiko yang diungkapkan perseroan dalam prospektus juga tidak bisa diabaikan begitu saja. PRDL bermain di ruang diagnostik yang kompetitif, bergantung pada ketersediaan bahan baku impor dan regulasi kesehatan yang bisa berubah kapan saja. Bisa jadi faktor-faktor inilah yang sebagian mendorong penetapan harga IPO di level yang relatif moderat, kalau data prospektus ini bisa dijadikan petunjuk.

Kapitalisasi pasar di kisaran Rp 200 miliar jika harga final di Rp 120. Kategori kecil-menengah, jelas. Buat investor yang biasa bermain di saham jumbo, ini bukan territory mereka. Tapi buat yang suka mengail di segmen small cap dengan ceruk bisnis spesifik, IPO ini layak masuk watchlist.