Belum genap dua tahun sejak iPhone Air pertama mencuri perhatian pasar, Apple sudah bergerak cepat menyiapkan penerusnya. Perangkat berkode internal V62 itu kini dilaporkan telah memasuki tahap pengujian lanjutan, dengan target peluncuran musim semi 2027.
Kritik terhadap generasi pertama rupanya tidak dianggap angin lalu oleh tim insinyur di Cupertino. Dua keluhan paling konsisten dari pengguna, keterbatasan kamera tunggal dan daya tahan baterai yang dianggap kurang memuaskan di bodi setipis itu, menjadi fokus utama revisi kali ini.
Perubahan paling kasat mata ada di sektor fotografi. iPhone Air generasi kedua dikabarkan akhirnya hadir dengan sistem kamera ganda, menambahkan lensa ultra-wide di samping lensa utama. Bagi banyak pengguna, ketiadaan ultra-wide di model pertama terasa seperti kompromi yang terlalu besar untuk perangkat di kelas harganya.
Soal performa, Apple tidak tanggung-tanggung. Chip A20 Pro dibenamkan di dalamnya, prosesor yang sama dengan yang bakal mentenagai jajaran iPhone flagship di tahun tersebut. Sinyal jelas: iPhone Air bukan sekadar perangkat cantik yang lemah di balik layar, melainkan mesin serius dalam kemasan berbeda.
Baterai masih jadi tanda tanya. Belum ada konfirmasi apakah Apple akan menambah kapasitas fisik atau sepenuhnya mengandalkan efisiensi chip A20 Pro bersama optimasi iOS. Mengingat bodi ultra-tipis yang menjadi identitas lini ini, agaknya ruang untuk kapasitas lebih besar tetap terbatas secara fisik. Kalau data ini bisa dipercaya, perbaikan baterai kemungkinan besar datang dari sisi software, bukan hardware.
Pergeseran jadwal rilis Apple juga terbaca dari sini. Perusahaan kini mulai membagi peluncuran dalam dua jendela utama per tahun, menjaga aliran pendapatan tetap stabil tanpa harus bergantung penuh pada siklus musim gugur. Bukan strategi baru di industri, tapi ini pertama kalinya Apple cukup konsisten menjalankannya.
Tahun 2027 sendiri bukan sembarang tahun bagi Apple. Tepat dua dekade sejak Steve Jobs pertama kali mengangkat iPhone di panggung Macworld, perusahaan dikabarkan menyiapkan lineup yang tidak biasa: model edisi khusus berlayar melengkung yang membungkus sisi perangkat, plus generasi kedua iPhone lipat yang sudah lama dinantikan. iPhone Air 2 bisa jadi bukan bintang utama tahun itu, tapi tetap bagian penting dari narasi besar yang sedang Apple susun.
Dibanderol mulai US$999, atau sekitar Rp16,2 juta di kurs saat ini, iPhone Air 2 diposisikan sebagai pintu masuk ke estetika premium Apple tanpa harus merogoh kocek lebih dalam untuk lini Pro. Pertanyaannya kini sederhana: cukupkah perbaikan kamera dan baterai untuk meyakinkan pasar bahwa "tipis" bukan sekadar gimmick?