JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  iPhone 18 Bakal Bawa RAM 12GB ke Kelas Standar, Ha...

Tekno

iPhone 18 Bakal Bawa RAM 12GB ke Kelas Standar, Harga Pro Dijaga Kompetitif

Apple tengah menyiapkan perubahan signifikan di lini iPhone 18, mulai dari peningkatan RAM untuk model standar, bocoran desain Pro, hingga strategi harga agresif di tengah tekanan biaya komponen global.

Tahun 2026 baru setengah jalan, tapi bocoran soal iPhone 18 sudah mengalir deras.

Yang paling ramai diperbincangkan: iPhone 18 model standar kemungkinan besar akan dibekali RAM 12GB. Bukan angka kecil untuk kelas entry-level Apple. Selama ini, kapasitas 12GB hanya tersedia di iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max yang meluncur September 2025. Kalau rumor ini terbukti, iPhone 18 standar jadi model non-Pro pertama dalam sejarah Apple yang menyentuh angka tersebut.

Kabar ini datang dari analis industri Dan Nystedt lewat unggahannya di platform X. Nystedt juga menyinggung bahwa seluruh lini iPhone 18 diperkirakan menggunakan chip A20 buatan TSMC dengan proses fabrikasi 2 nanometer. Teknologi ini diklaim mampu mendorong performa komputasi sekitar 15 persen dibanding generasi 3nm sebelumnya, tanpa mengorbankan efisiensi daya. Apple bahkan disebut sudah mengamankan lini produksi TSMC untuk chip tersebut.

Ada kepentingan yang lebih besar di balik keputusan RAM ini, agaknya, dari sekadar urusan benchmark. Apple Intelligence membutuhkan memori besar agar bisa berjalan optimal di perangkat tanpa bergantung penuh pada cloud. Dengan iOS 27 yang dijadwalkan diumumkan di WWDC pada 8 Juni mendatang, Apple tampaknya ingin memastikan iPhone 18 standar pun mampu menjalankan seluruh fitur AI generasi berikutnya. Bukan cuma model Pro.

Seri iPhone 18 Pro dan Pro Max punya bocoran tersendiri. Dari sisi desain, Dynamic Island diklaim akan menciut hingga 25 persen dibanding generasi sekarang, sementara bodinya diprediksi sedikit lebih tebal dari iPhone 17 Pro Max. Soal kamera, setidaknya salah satu model 18 Pro dirumorkan mendapat lensa dengan aperture variabel pada kamera utamanya. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur secara manual jumlah cahaya yang masuk ke sensor, sesuatu yang selama ini hanya lazim di kamera mirrorless.

Chip modem pun ikut berganti. Masif. Seri iPhone 18 Pro dirumorkan debut dengan modem C2 buatan Apple sendiri, lengkap dengan dukungan mmWave 5G. Langkah ini sekaligus menandai upaya Apple melepas ketergantungan pada Qualcomm sepenuhnya.

Soal pilihan warna, bocoran menyebut Apple sedang bereksperimen dengan dark cherry, light blue, dan dark gray untuk iPhone 18 Pro. Dark cherry disebut-sebut sebagai warna paling khas, meski tidak seberani cosmic orange yang jadi andalan seri 17 Pro. Bocoran warna ini masih dalam tahap pengembangan dan Apple punya kebiasaan mengubah arah di menit-menit akhir sebelum produksi massal.

Yang menarik justru soal harga. Ketika kenaikan harga RAM dan komponen memori global ikut memukul pasar Android, analis Jeff Pu justru memprediksi Apple akan menerapkan strategi harga agresif untuk iPhone 18 Pro dan Pro Max, setidaknya pada model dasar. Artinya, ada kemungkinan harga tidak naik atau bahkan dijaga kompetitif. Masuk akal, kalau melihat kondisi pasar Android yang diprediksi menyusut tahun ini karena tekanan biaya yang membuat sejumlah segmen ponsel murah terhenti produksinya.

Namun ada yang berbeda dari jadwal rilis kali ini. Model standar iPhone 18 diperkirakan tidak meluncur bersamaan dengan seri Pro pada musim gugur 2026. Apple disebut sengaja menunda perilisan iPhone 18 standar ke awal 2027, berbarengan dengan iPhone 18e dan generasi kedua iPhone Air. Seri Pro, termasuk iPhone lipat yang sudah lama dinantikan dan kemungkinan akan diberi nama iPhone Ultra, dijadwalkan tetap hadir September hingga Desember 2026.

Strategi split launch semacam ini bukan tanpa risiko. Pasar yang sudah terbiasa dengan siklus September Apple harus beradaptasi. Pembeli iPhone 18 standar yang harus menunggu sampai 2027, bisa jadi, berpaling ke kompetitor. Atau sebaliknya: justru ini cara Apple mengatur permintaan dan memaksimalkan margin dari lini Pro lebih dulu. Pertanyaannya, berapa banyak calon pembeli yang bersedia menunggu?