MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Internet Rakyat 100 Mbps Seharga Rp100 Ribu: WIFI...

Bisnis

Internet Rakyat 100 Mbps Seharga Rp100 Ribu: WIFI Lempar Kartu di Segmen Bawah

PT Solusi Sinergi Digital Tbk resmi meluncurkan layanan Internet Rakyat dengan kecepatan 100 Mbps seharga Rp100 ribu per bulan, didukung penuh pemerintah sebagai solusi pemerataan akses digital nasional.

Wamenkomdigi: Internet Rakyat solusi pemerataan akses digital

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) baru saja melempar kartu yang, kalau berhasil, bisa mengubah lanskap internet rumahan Indonesia secara permanen: fixed broadband 100 Mbps dengan tarif Rp100 ribu per bulan.

Melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, WIFI meluncurkan layanan bernama IRA atau Internet Rakyat pada Selasa (26/5), serentak di wilayah Regional-1 yang mencakup Jawa, Maluku, dan Papua. Direktur WIFI sekaligus Direktur Utama Telemedia Shannedy Ong menyebut ekspansi ini sebagai katalis positif tambahan bagi kinerja perusahaan. Klaim yang, tentu saja, masih perlu dibuktikan di lapangan.

Pemerintah jelas menyambut. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria hadir langsung di acara peluncuran di Jakarta Barat dan tidak segan memberi label ambisius pada inisiatif ini. "Kalau kita bisa menyediakan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu, ini akan menjadi game changer. Ini bukan hanya soal koneksi internet, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses digital yang lebih setara," tegasnya.

Konteksnya perlu dipahami lebih dalam. Jaringan telekomunikasi Indonesia sudah menjangkau 97 persen wilayah yang dihuni, tapi cakupan itu belum otomatis berarti kualitas. Bertahun-tahun, keluhan soal koneksi lambat dan tarif yang tidak ramah kantong berulang terus, terutama di luar kota besar. Tantangan bukan lagi soal membangun menara. Melainkan memastikan orang-orang yang sudah tercakup sinyal itu benar-benar bisa menikmati internet yang layak.

Nezar juga menekankan bahwa kebutuhan bandwidth nasional akan terus membesar seiring adopsi kecerdasan artifisial, layanan cloud, dan Internet of Things. "Kita ingin akses digital ini semakin inklusif. Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal hanya karena tidak mampu mengakses internet yang berkualitas," ujarnya. Artinya, keterjangkauan dan kualitas jaringan harus naik bersama, bukan pilih salah satu.

Bagi investor yang megang WIFI, ini kabar yang patut dicermati. Ekspansi ke segmen mass market dengan proposisi harga seagresif ini bisa membuka basis pelanggan yang selama ini di luar jangkauan, sekaligus memperlebar jarak terhadap kompetitor yang masih betah di segmen premium. Pertanyaannya, berapa lama margin bisa bertahan di harga Rp100 ribu? Agaknya itulah yang akan banyak diulik analis dalam beberapa kuartal mendatang.