RABU, 16 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  INET Gelar Tender Wajib Saham PADA di Harga Rp63,...

Finansial

INET Gelar Tender Wajib Saham PADA di Harga Rp63, Diskon 50% dari Harga Pasar

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menawarkan Rp63 per saham untuk tender wajib PADA, jauh di bawah harga pasar Rp127, namun masih di atas rata-rata harga tertinggi 90 hari terakhir.

INET tender offer saham PADA, tawar di harga diskon 50,39%

Rp63 per saham. Harga itu yang dipatok PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) untuk penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO) atas saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA), sekaligus mencerminkan diskon 50,39% terhadap harga penutupan PADA pada Senin (15/6) di level Rp127 per lembar.

Sepintas terlihat murah. Tapi manajemen INET punya argumen, dan bukan tanpa dasar regulasi. Merujuk keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada Rabu (17/6/2026), harga Rp63 itu masih melampaui rata-rata harga tertinggi harian PADA selama 90 hari terakhir, terhitung 29 Juli 2025 hingga 26 Oktober 2025, yang tercatat di angka Rp59,10 per saham. Secara teknis, INET sudah memenuhi ketentuan harga dalam POJK No.9/2018.

Total saham yang diincar sebanyak-banyaknya 900 juta lembar, setara 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh PADA. Kalikan dengan harga penawaran, nilai maksimal transaksi ini mencapai Rp56,7 miliar. Periode penawaran berlangsung 18 Juni hingga 17 Juli 2026, pembayaran dijadwalkan 21 Juli 2026. PT Yakin Bertumbuh Sekuritas ditunjuk sebagai perusahaan efek pelaksana.

MTO ini bukan muncul tiba-tiba. Ini tindak lanjut akuisisi INET atas 1,68 miliar saham PADA milik PT Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat) pada 2 Februari 2026, senilai total Rp106,39 miliar atau Rp63 per lembar. Setelah transaksi itu rampung, INET resmi menjadi pengendali baru PADA dengan kepemilikan 53,57%, dan MTO menjadi kewajiban hukum yang menyertainya.

Satu nama dikecualikan dari proses ini: Sigit Kuntjahjo, pemegang 364 juta saham atau 11,57% saham PADA. Pengecualian mengacu pada pasal 7 ayat (1) huruf b angka 2 POJK No.9/2018, karena INET selaku pengendali baru telah memberikan penawaran dengan syarat dan kondisi yang sama kepada Sigit sebelumnya. Soal kemampuan bayar, dana sudah disiapkan dari kas internal, sebagaimana dinyatakan dalam surat pernyataan pengendali baru tertanggal 4 Februari 2026.

Bagi PADA, masuknya INET agaknya membuka babak baru yang lebih dari sekadar pergantian pengendali. Direktur PADA Yayan Dharmawangsa menyebut akuisisi ini memperluas portofolio bisnis layanan digital dan teknologi perseroan, sekaligus membuka potensi sinergi di segmen managed service, digital workforce, dan platform teknologi pendukung operasional SDM. Konsolidasi fungsi back-office dan jaringan distribusi sumber daya juga disebut masuk dalam agenda.

Di sisi INET, langkah ini bagian dari strategi yang lebih besar. Pelan namun pasti, INET membangun ekosistem digital yang tidak setengah-setengah. Direktur Utama INET Muhammad Arif sudah berulang kali menegaskan arahnya. "Kami mau membangun infrastruktur digital yang berkelanjutan dan jangka panjang tentu dengan ekosistem yang lengkap," ungkap Arif saat menjadi pembicara di Samuel Sekuritas. INET kini sudah memiliki aset kabel bawah laut yang menghubungkan Jakarta-Batam-Singapura, dan PADA melengkapi ekosistem itu dari sisi sumber daya manusia berbasis teknologi.

Buat pemegang saham publik PADA yang kini dihadapkan pada tawaran Rp63, pilihan tidak mudah, terutama bagi mereka yang masuk di harga jauh di atas itu. Entah kebetulan atau tidak, harga tender ini persis sama dengan yang dibayar INET saat mengambil alih kendali dari Kopindosat. Konsisten, setidaknya begitu adanya.