KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Indomobil eMotor Tambah Amunisi, Seri QT Masuk Pas...

Bisnis

Indomobil eMotor Tambah Amunisi, Seri QT Masuk Pasar Mulai Rp 15 Juta

PT Indomobil Emotor Internasional kini memasarkan empat model motor listrik sekaligus, dengan seri QT menjadi andalan di segmen entry-level mulai Rp 15 juta.

Empat model sekaligus. Itu yang kini dipajang Indomobil eMotor di pasar motor listrik Indonesia memasuki April 2026. Seri QT jadi amunisi terbaru, dan agaknya memang disiapkan untuk merangsek ke kantong masyarakat paling luas.

Model QT dan QT Pro resmi meluncur di ajang Indonesia International Motor Show 2026 pada Februari lalu, melengkapi jajaran yang sebelumnya sudah diisi Adora, Tyranno, dan Sprinto. Soal harga, QT dibanderol Rp 15 juta. QT Pro sedikit di atas: Rp 18,8 juta. Keduanya otomatis jadi motor listrik produksi Indomobil yang paling terjangkau sejauh ini.

Bukan angka kecil kalau disandingkan dengan rival sekelas. Kompetisi memang ketat, tapi selisih harga terhadap motor matic konvensional makin menyempit, apalagi bila biaya operasional berbasis listrik ikut masuk hitungan.

Secara spesifikasi, QT menawarkan kecepatan puncak 60 km/jam dengan jarak tempuh hingga 70 km, ditenagai baterai lithium 60V 24Ah berkapasitas 1,44 kWh. QT Pro melangkah lebih jauh dengan kecepatan maksimal 70 km/jam dan jangkauan sampai 140 km berkat kapasitas baterai dua kali lipatnya di angka 2,88 kWh. Desainnya kompak, minimalis, khas skuter urban yang memang dibuat untuk mobilitas harian menembus macetnya kota besar.

Di segmen lebih atas, Adora tetap jadi tulang punggung lini eMotor. Skuter bergaya kompak ini dibekali motor 3 kW, baterai 2,45 kWh bersertifikasi IP67, dan jarak tempuh hingga 110 km. Fiturnya terbilang lengkap untuk kelasnya, mulai dari Hill Start Assist, Push Assist Mode, Reverse Mode, hingga konektivitas Bluetooth dan WiFi. Harga OTR Jakarta dipatok Rp 25,15 juta, tersedia dalam dua varian: Vibe dan Livery.

Tyranno main di wilayah berbeda. Skuter bergaya adventure ini dilepas Rp 26,75 juta dengan penggerak hub drive 3 kW dan torsi 170 Nm. Manajemen terang-terangan memainkan kartu lifestyle dalam strategi pemasarannya. Pius Wirawan sendiri menyebut motor ini simbol ekonomi dan aktualisasi diri, bukan sekadar alat transportasi, mengingat masyarakat Indonesia punya FOMO yang kuat soal pilihan kendaraan.

Lalu ada Sprinto. Sporty, sedikit lebih bertenaga dengan motor 3,5 kW dan torsi 195 Nm. Yang bikin beda: speedometer layar sentuh dilengkapi fitur G-Force meter. Cukup unik untuk kelas harganya di Rp 25,75 juta. Model ini sudah meluncur menjelang akhir 2025, tersedia dalam lima pilihan warna.

Dari keseluruhan jajaran ini, satu pertanyaan yang bisa jadi sudah nongol di benak konsumen: apakah QT cukup kompetitif untuk benar-benar menggantikan motor matic berbahan bakar? Jarak tempuh 70 km per pengisian dan kecepatan yang mentok di 60 km/jam, jelas bukan spesifikasi untuk semua orang. Tapi untuk commuter harian jarak pendek di perkotaan, angka itu sudah lebih dari cukup. Realistis, malah.

Indomobil, yang selama ini lebih dikenal sebagai distributor merek otomotif asing, kini serius membangun ekosistem kendaraan listrik sendiri. Produk sudah ada. Variannya makin lengkap. Pertanyaannya tinggal satu: seberapa cepat jaringan purna jual dan infrastruktur pengisian mereka bisa mengimbangi ekspansi model yang terus bertambah.